Dinamika Penanganan Online Child Sexual Exploitation And Abuse (OCSEA) dalam Sistem Perlindungan Anak di Thailand
| dc.contributor.author | Nisrina Athirah | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-29T00:22:57Z | |
| dc.date.issued | 2026-09-28 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 September 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA) merupakan ancaman serius terhadap anak yang berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital. Thailand telah memiliki kerangka hukum sejak awal 2000-an, membentuk Thailand Internet Crimes Against Children Task Force (TICAC) pada 2016, serta menjalin kerja sama dengan UNICEF, ECPAT International, INTERPOL, dan NCMEC. Namun, instrumen tersebut belum mampu menekan ancaman secara optimal. Data Royal Thai Police menunjukkan peningkatan kasus dari 48 kasus pada 2017 menjadi 540 kasus pada 2023, sementara revisi UNICEF Innocenti (2026) memperkirakan prevalensi OCSEA mencapai 20,09% atau sekitar 917.448 anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang menyebabkan penanganan OCSEA di Thailand belum optimal meskipun telah didukung kebijakan domestik dan kerja sama internasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan routine activity theory (Cohen & Felson, 1979) yang diadaptasi Yar (2005) dalam konteks kejahatan siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivated offender semakin terorganisasi dan memanfaatkan teknologi baru, sementara anak tetap menjadi suitable target karena tingginya paparan digital. Permasalahan utama terletak pada lemahnya capable guardianship secara fungsional, yang terlihat dari keterbatasan literasi digital dan pelaporan keluarga, kapasitas TICAC yang hanya 17 personel khusus, celah hukum terkait online grooming, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi deteksi dan kerja sama internasional. Dengan demikian, belum optimalnya penanganan OCSEA di Thailand bukan terutama disebabkan oleh ketiadaan regulasi atau kerja sama, melainkan oleh belum efektifnya penerjemahan instrumen tersebut menjadi capable guardianship di tingkat praktik. | |
| dc.description.sponsorship | Drs.Bagus Sigit Sunarko, M.Si Ph.D | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15309 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Online Child Sexual Exploitation and Abuse | |
| dc.subject | Thailand | |
| dc.subject | routine activity | |
| dc.subject | perlindungan anak. | |
| dc.title | Dinamika Penanganan Online Child Sexual Exploitation And Abuse (OCSEA) dalam Sistem Perlindungan Anak di Thailand | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7
Loading...
- Name:
- 220910101123 - NISRINA ATHIRAH - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 485.08 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220910101123 - NISRINA ATHIRAH - BAB 1.pdf
- Size:
- 394.44 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220910101123 - NISRINA ATHIRAH - BAB 2.pdf
- Size:
- 625.38 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220910101123 - NISRINA ATHIRAH - BAB 3.pdf
- Size:
- 444.46 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220910101123 - NISRINA ATHIRAH - BAB 4.pdf
- Size:
- 657.02 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
