Perlindungan Hukum Dalam Jual Beli Apartemen Over Kredit Di Bawah Tangan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Hukum
Abstract
Hunian layak merupakan kebutuhan dasar yang dijamin dalam UUD NRI
1945. Meningkatnya populasi dan harga properti di kota-kota besar menjadikan
apartemen sebagai alternat if hunian. Namun, praktik over kredit apartemen secara
tidak resmi—terutama melalui makelar dengan akta di bawah tangan—
menimbulkan risiko hukum dan ketidakpast ian status kepemilikan. Transaksi ini
kerap dilakukan tanpa melibatkan lembaga keuangan, sehingga konsumen rawan
dirugikan.
Penelit ian ini bertujuan mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap
konsumen dalam perjanjian over kredit apartemen melalui akta di bawah tangan,
akibat hukum wanprestasi, serta pengaturan penyelesaian sengketa yang ideal.
Metode yang digunakan adalah pendekatan undang-undang (statute approach)
untuk menelaah peraturan terkait, serta pendekatan konseptual (conceptual
approach) guna menggali asas dan doktrin hukum yang relevan.
Hasil penelit ian menunjukkan bahwa perlindungan hukum dalam praktik ini
masih lemah karena akta di bawah tangan tidak memiliki kekuatan pembuktian
yang kuat. Akibat wanprestasi pun kerap merugikan konsumen, bahkan hingga
kehilangan hak atas properti yang telah dibayar. Oleh karena itu, diperlukan
pengaturan tegas mengenai penggunaan akta otent ik serta skema penyelesaian
sengketa yang komprehensif, melibatkan peran aktif notaris, bank, dan pemerintah.
Description
upload by Teddy_25.02.2026
