Analisis Perkembangan Kemampuan Sosial Emosional Siswa Melalui Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Aplikasi Instagram Pada Materi Virus
| dc.contributor.author | Sri Maulina Widyaningrum | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-02T08:16:32Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-01 | |
| dc.description | Reupload Repository 2 Februari 2026_Hasim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Abad ke-21 telah memasuki era globalisasi yang ditandai dengan mudah dan cepat nya segala informasi dari teknologi untuk menyebar ke berbagai kalangan masyarakat, tidak terkecuali remaja yang berada di masa sekolah atau biasa disebut siswa. Maraknya penggunaan teknologi dapat menciptakan dampak negatif jika penggunaannya dilakukan secara berlebihan dan dapat mempengaruhi perkembangan kemampuan sosial emosional siswa. Padahal kemampuan tersebut diperlukan untuk bisa survive dalam kehidupan. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru di sekolah sangat dibutuhkan dalam memantau perkembangan sosial emosional anak yang semakin tergerus oleh arus pemakaian media sosial. Terdapat 5 aspek sosial emosional yang dapat diteliti pada siswa menurut data dari CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) yaitu self Awareness (mengenali perasaan sendiri), self-management (pengelolaan diri), social awareness (kesadaran sosial), relationship skills (kemampuan berinteraksi sosial), dan yang terakhir responsible decision-making (pengambilan keputusan bertanggung jawab). Kelima aspek tersebut diketahui dapat ditingkatkan perkembangan nya melalui sistem model pembelajaran kolaboratif di kelas. Model pembelajaran kolaboratif melibatkan partisipasi aktif siswa untuk berpendapat dan bekerja secara tim, sehingga jiwa sosial dan emosional siswa lebih mudah diekspresikan dan lebih terbentuk selama penerapan model pembelajaran tersebut. Model pembelajaran kolaboratif yang diterapkan kepada peserta didik menggunakan tipe Buzz Group. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Kabupaten Jember pada bulan Juli 2024. Terdapat satu kelas yang digunakan untuk kebutuhan penelitian ini, dalam satu kelas tersbeut berisi 23 siswa. Penilaian perkembangan kemampuan sosial emosional siswa dilakukan menggunakan instrument berupa lembar kuesioner yang akan diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Data akan dikumpulkan dan diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 25. Pengolahan data dilakukan dengan uji t. Uji t merupakan metode statistik untuk menguji hipotesis perbedaan rata-rata antara 2 kelompok atau populasi. Uji t yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis uji t sampel berpasangan yang melibatkan 2 sampel yang sama namun diambil secara berulang di waktu yang berbeda. Hasil uji t keseluruhan aspek pada pre-test dan post-test menunjukkan bahwa signifikasi mendapat nilai <0.001 sehingga nilai tersebut lebih kecil daripada nilai sig <0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara skor pre-test dan post-test siswa. Adapun untuk hasil analisis uji t pada setiap aspek kemampuan sosial emosional, diketahui bahwa nilai sig <0,05. Nilai tersebut memberi kesimpulan bahwa ada pengaruh pada pembelajaran model kolaboratif terhadap perkembangan kemampuan sosial emosional siswa yang berbasis Instagram. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Bevo Wahono, S.Pd., M.Pd., Ph.D. DPA : Prof. Erlia Narulita, S.Pd., M.Si., Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1048 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Sosial emosional | |
| dc.subject | ||
| dc.title | Analisis Perkembangan Kemampuan Sosial Emosional Siswa Melalui Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Aplikasi Instagram Pada Materi Virus | |
| dc.type | Other |
