Penerapan Matriks Leslie dalam Penentuan Kebijakan Pemanenan Ternak (Studi Kasus: Bptu-Hpt Indrapuri)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Pertumbuhan populasi merupakan salah satu fenomena penting dalam ekologi dan biologi yang mencakup perubahan jumlah individu dalam suatu komunitas. Salah satu model yang paling umum digunakan dalam menggambarkan pertumbuhan populasi adalah model Leslie. Penerapan model Leslie tidak hanya relevan dalam bidang kependudukan yang menggambarkan pertumbuhan populasi manusia, tetapi juga sangat berguna dalam bidang peternakan. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak sapi berkat sumber daya alam, genetik, teknologi, dan budaya. Namun, pengelolaan yang kurang optimal menyebabkan produksi sapi tidak mencukupi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Salah satu wilayah dengan tingkat produksi yang rendah adalah Aceh, yang merupakan lokasi Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri. Matriks Leslie dapat membantu dalam memproyeksikan populasi sapi di masa mendatang dan merumuskan kebijakan pemanenan yang mempertimbangkan keseimbangan antara hasil panen dan kelestarian populasi. Matriks Leslie adalah sebuah matriks yang digunakan untuk memprediksi jumlah dan laju pertumbuhan populasi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kesuburan, ketahanan hidup, dan distribusi umur di dalam populasi. Matriks Leslie membagi populasi ke dalam beberapa kelas umur dengan durasi waktu yang sama. Matriks Leslie memiliki struktur persegi dengan entri pada baris pertama yang menggambarkan tingkat kesuburan dari setiap kelas umur, sementara sub-diagonalnya menggambarkan tingkat kelangsungan hidup antar kelas umur, sedangkan entri lainnya diisi dengan nilai 0. Permasalahan yang akan dicari solusinya yaitu penentuan kebijakan pemanenan sapi berdasarkan tingkat kesuburan dan ketahanan hidup. Populasi sapi di BPTU-HPT Indrapuri menunjukkan adanya peningkatan, yang ditandai oleh hasil analisis matriks Leslie yang menggunakan nilai eigen dominan dengan diperoleh nilai sebesar 1,3028. Seiring dengan adanya proyeksi pertumbuhan populasi yang menunjukkan kecenderungan peningkatan, maka pemanenan dianggap layak untuk dilakukan. Namun, kebijakan pemanenan yang diterapkan BPTU-HPT Indrapuri dinilai kurang optimal sehingga diperlukan adanya perumusan kebijakan pemanenan berkelanjutan untuk mencapai pemanenan yang optimal. Kebijakan pemanenan berkelanjutan yang difokuskan pada pemanenan merata diperoleh sebesar 23% dari total populasi.

Description

Reupload Repositori File 29 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By