Ketidakadilan Gender dalam Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer Karya Pramoedya Ananta Toer
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Ketidakadilan Gender dalam Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer
Karya Pramoedya Ananta Toer. Lutfia Anggraini Putri 110210402031, 63 halaman.
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa
dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Novel PRDCM membahas tentang ketidakadilan yang dialami oleh perawan
remaja pada masa penjajahan Jepang. Ketidakadilan yang dialami para perawan
remaja antara lain marginalisasi dan stereotipe. Marginalisasi merupakan suatu
keadaan tersisihnya kaum minoritas terhadap kaum mayoritas. Pelabelan yang terjadi
dalam masyarakat membuat kaum perawan remaja menjadi tidak berkembang dan
sering mengalami ketidakadilan Sehingga novel PRDCM dapat dikaji menggunakan
teori ketidakadilan gender. Penelitian tentang ketidakadilan gender tidak dapat lepas
dari unsur intrinsik yaitu tokoh dan tema. Tokoh merupakan satu-satunya unsur
penggerak cerita atau yang menjalankan cerita. Tema dalam karya sastra merupakan
salah satu unsur yang penting karena merupakan landasan utama. Berdasarkan latar
belakang maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. (1) Bagaimanakah
tokoh dan tema dalam novel PRDCM?, (2) Bagaimanakah marginalisasi tokoh
perawan remaja dalam novel PRDCM?, (3) Bagaimanakah stereotipe tokoh perawan
remaja dalam novel PRDCM?, (4) Bagaimanakah pemanfaatan novel PRDCM
sebagai alternatif materi pembelajaran?
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dalam
penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, dan paragaraf yang terdapat dalam novel
PRDCM. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel PRDCM dan Kurikulum
2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini antara lain: tahap pembaca,
reduksi data, penyajian data. Analisis data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel rincian variabel. Prosedur
penelitian yang dilakukan antara lain: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap
penyelesaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel PRDCM
adalah tokoh Aku. Penentuan tokoh utama dibahas dari langkah sebagai berikut:
dilihat persoalannya, tokoh mana yang paling banyak berhubungan dengan
permasalahan, tokoh mana yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain, tokoh
mana yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. Pembahasan tema
menggunakan langkah sebagi berikut: menentukan masalah mana yang paling
menonjol, menentukan persoalan mana yang paling banyak menimbulkan konflik,
menentukan persoalan mana yang membutuhkan waktu penceritaan. Tema mayor
yang terdapat dalam novel PRDCM adalah penderitaan para perawan remaja yang
terbelenggu sikap pemerintahan Jepang. Hasil mengenai ketidakadilan gender dalam
hal ini adalah marginalisasi dan stereotipe. Tokoh perawan remaja
termarginalisasikan dari keluarga dan masyarakat. Hak-hak yang dimiliki oleh
perawan remaja dirampas oleh pemerintah Jepang. Stereotipe yang dilekatkan pada
para perawan remaja saat itu dijadikan sebagai budak pemuas seks para serdadu Dai
Nippon. Para perawan remaja hanya dianggap sebagai gundik tentara Jepang. Hasil
penelitian tersebut nantinya digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran di SMA
XII KI 3. Dan KD 3.3 menganalisis teks novel baik melalui tulisan.
Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai unsur intrinsik dan kajian
ketidakadilan gender dalam novel PRDCM disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
Tokoh pada novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya
Ananta Toer adalah tokoh Aku. Tema yang ada dalam novel Perawan Remaja dalam
Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer adalah penderitaan para
perawan remaja yang terbelenggu sikap pemerintahan Jepang. Marginalisasi yang
dialami para remaja pada masa pemerintahan Jepang terjadi karena adanya janji palsu
yang diberikan oleh pemerintah Jepang kepada masyarakat pribumi. stereotipe yang
dialami oleh kaum perempuan khususnya para perawan dipaksa untuk menjadi
pemuas seks para serdadu Nippon pada masa penjajahan Jepang. Penelitian ini
bermanfaat bagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, bagi mahasiswa pendidikan
bahasa dan sastra indonesia, dan bagi peneliti yang serumpun ilmu.
Description
Reupload Repositori 9 Agustus 2016_Kurnadi
