Efektivitas Pertolongan Pertama Luka Bakar dengan Air Suhu Ruang, Air Dingin, NaCl 0,9%, dan Aloe vera terhadap Jumlah Fibroblas pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Luka bakar adalah adalah cedera kulit atau jaringan organik lainnya yang biasa disebabkan oleh panas atau radiasi, listrik, radioaktivitas, gesekan atau kontak dengan bahan kimia. Luka bakar masih menjadi masalah global dan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan secara fisik, psikologis, maupun kualitas hidup seseorang. Penanganan awal luka bakar dapat mengurangi kerusakan jaringan, mengurangi edema, mempercepat re-epitelisasi, dan mengurangi bekas luka. Salah satu sel yang berperan dalam penyembuhan luka bakar adalah fibroblas, terutama perannya di tahap proliferasi dalam pembentukan kolagen dan mendukung pertumbuhan growth factor yang mendukung re-epitelisasi. Terdapat beberapa rekomendasi penanganan awal luka bakar, yaitu irigsi dengan air keran atau air suhu ruang dan air dengan suhu yang lebih dingin (2-15oC). Sedangkan itu
NaCl 0,9% (normal saline) menjadi standar pembersihan luka oleh tenaga kesehatan. Kandungan gel dalam Aloe vera gel mampu menurunkan suhu subdermal dan memililki komponen yang mendukung penyembuhan luka bakar melalui sifat antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian mengenai perbandingan rekomendasi berbagai penanganan luka bakar tersebut masih terbatas. Maka
penelitian ni bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertolongan awal luka bakar dengan air suhu ruang, air dingin, NaCl 0,9%, dan Aloe vera. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental murni menggunakan design post-test only control group. Sampel penelitian ini adalah
tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus), penentuan jumlah sampel dihitung melalui rumus Federer dan ditentukan sampel sejumlah 30 ekor untuk dibagi kedalam 6 kelompok (n=5). Pada hari intervensi, setelah diinduksi dengan panas, tikus segera diberi pertolongan pertama dengan irigasi air suhu ruang + perawatan luka dengan Burnazin® pada kelompok 1, irigasi air dingin 8 oC + perawatan luka dengan Burnazin® pada kelompok 2, irigasi NaCl 0,9% + perawatan luka dengan Burnazin® pada kelompok 3, irigasi air suhu ruang + perawatan luka dengan gel Aloe vera pada kelompok 4, gel Aloe vera tanpa irigasi pada kelompok 5, dan kelompok 6 air suhu ruang + perawatan luka dengan vaselin sebagai kelompok kontrol positif. Pengamatan makroskopik berupa karakteristik luka dan diameter dilakukan pada hari ke-1, 3, 7, dan 14. Pengumpulan data mikroskopik fibroblas dilakukan menggunakan preparat histopatologi yang dieksisi pada hari ke-14 pasca luka bakar. Preparat diberi pewarnaan dengan teknik Hematoxylin-Eosin (HE) dan dihitung rata-rata jumlah fibroblas dari lima lapang pandang, kemudian dilakukan uji satistik.
Analisa data menggunakan uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada rata-rata jumlah fibroblas dari berbagai kelompok pertolongan awal yang diberikan dengan p-value 0,104 (p>0,05). Melalui eksplorasi hasil penelitian dengan uji Tukey HSD, ditemukan nilai yang paling
mendekati signifikan pada perbandingan kelompok 2 (air dingin + Burnazin®) dengan kelompok 5 (aloe vera tanpa irigasi) serta kelompok 4 (air suhu ruang + Aloe vera) dengan kelompok 5 yang menunjukkan p-value 0,115. Meskipun tidak cukup kuat untuk dinyatakan data berbeda secara signifikan, ada kecenderungan yang menunjukkan perpaduan air dingin + Burnazin® dan air suhu ruang + Aloe vera lebih baik dalam penyembuhan luka melalui uji Tukey HSD serta hasil ratarata jumlah fibroblas yang tertinggi pada dua kelompok tersebut (24,00 ± 2,11; 24,00 ± 2,43). Sedangkan Aloe vera tanpa irigasi menjadi kelompok dengan ratarata fibroblas terendah. Perlu ditekankan bahwa seluruh kelompok diberikan pertolongan pertama luka bakar dengan segera sesuai rekomendasi oleh penelitian terdahulu maupun organisasi kesehatan tanpa adanya kontrol negatif. Penelitian ini menunjukkan hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima yang menandakan pertolongan awal luka bakar dengan air suhu ruang, air dingin, NaCl 0,9%, dan Aloe vera memiliki efek yang tidak jauh berbeda terhadap kualitas penyembuhan luka pada proliferasi fibroblas.
Description
Reuploud file repositori 26 Jan 2026_Firli
