Analisis Bahaya Banjir Akibat Kegagalan Bendungan Urugan dengan Pemodelan Dam-Break

dc.contributor.authorIsmail Syauqi
dc.date.accessioned2026-07-04T04:27:19Z
dc.date.issued2026-06-03
dc.descriptionFinalisasi Maya_04 Juli 2026
dc.description.abstractKegagalan bendungan akibat overtopping merupakan salah satu skenario kritis yang dapat menimbulkan banjir berdebit besar dalam waktu singkat di wilayah hilir. Kajian ini bertujuan menganalisis bahaya banjir akibat kegagalan Bendungan Sutami melalui pemodelan dam-break dengan fokus pada karakteristik fisik bahaya banjir, meliputi kedalaman genangan, luas sebaran, dan waktu tiba banjir, sebagai dasar penyusunan peta bahaya. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan maksimum tahunan periode 2000–2025 dari tujuh stasiun hujan. Curah hujan wilayah dihitung dengan metode Poligon Thiessen, sedangkan pemilihan distribusi probabilitas dilakukan melalui uji Smirnov-Kolmogorov, Chi-Square, dan penyimpangan relatif. Distribusi Gumbel digunakan untuk memperoleh hujan rancangan, sementara Probable Maximum Precipitation dihitung dengan metode Hershfield. Nilai PMP yang diperoleh sebesar 347,322 mm, kemudian disusun menjadi hietograf hujan rancangan berdurasi enam jam menggunakan Alternating Block Method. Pemodelan HEC-HMS menghasilkan debit puncak Probable Maximum Flood sebesar 6.949,1 m³/s. Hasil reservoir routing menunjukkan elevasi muka air maksimum mencapai 282,20 m, melebihi elevasi puncak bendungan sebesar 279,00 m, sehingga mengindikasikan potensi overtopping. Simulasi keruntuhan bendungan dengan pendekatan Froehlich menghasilkan debit puncak outflow sebesar 24.134,9 m³/s. Hidrograf keluaran tersebut digunakan sebagai input pemodelan HEC-RAS 2D untuk mensimulasikan rambatan banjir di wilayah hilir. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan sebesar 89,52 km² dengan wilayah terdampak utama mengikuti koridor Sungai Brantas hingga kawasan Blitar. Waktu tiba banjir tercepat terjadi di Kesamben sekitar 15 menit setelah keruntuhan. Zona bahaya tinggi dominan berada pada alur utama sungai dan dataran rendah dengan kedalaman genangan lebih dari 2 m. Hasil kajian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem peringatan dini, perencanaan evakuasi, dan kajian risiko bencana bendungan secara lebih terarah, berbasis pemodelan, serta sesuai dengan kondisi bahaya di wilayah hilir Bendungan Sutami.
dc.description.sponsorshipDPU : Prof. Dr. Ir. Entin Hidayah, M.UM.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10609
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectBendungan Sutami
dc.subjectHEC-RAS 2D
dc.subjectpeta bahaya banjir.
dc.subjectDam-break
dc.subjectOvertopping
dc.titleAnalisis Bahaya Banjir Akibat Kegagalan Bendungan Urugan dengan Pemodelan Dam-Break
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SKRIPSI REPOSITORY.pdf
Size:
2.39 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: