Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun 2006-2018
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Desa
Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun 2006-2018. Permasalahan
kajian penelitian ini adalah bagaimana latar belakang Program PHBM masuk di
Desa Babadan, Bagaimana Implementasi Program PHBM di Desa Babadan, dan
Dampak adanya Program PHBM di Desa Babadan Tahun 2006-2018. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metodelogi sejarah yang meliputi heuristik,
kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan teori
modal sosial milik Pierre Bourdieu yang menekankan bahwa modal sosial
merupakan sumberdaya yang lahir dari kelembagaan. Hasil penelitian ini
menunjukkan masuknya PHBM di Desa Babadan dilatarbelakangi oleh
ketergantungan masyarakat desa terhadap hutan. Hal ini karena wilayah Desa
Babadan didominasi oleh hutan dan sawah. Banyak masyarakat yang bekerja
sebagai buruh tani dan tidak memiliki sawah, hal ini menyebabkan banyaknya
masyarakat yang ketergantungan terhadap hutan. Implementasi PHBM di Desa
Babadan ini berjalan cukup lancar, dan kerjasama antara Perhutani dan LMDH
Wono Bhekti ini cukup baik. Penanaman tumpangsari di LMDH Wono Bhekti
berupa tanaman palawija dan empon-empon. Metode tumpangsari dibawah tegakan
pohon jati dan mahoni ini hanya bisa dilakukan setiap 5 tahun sekali, yang artinya
setiap 5 tahun sekali petani pesanggem harus membuka lahan baru untuk
melakukan reboisasi pohon jati dan tanaman tumpangsari. Program PHBM ini
memberikan dampak yang cukup besar. Program PHBM membantu masyarakat
untuk mengatasi permasalahan perekonomian dengan sistem kerjasama bagi hasil
dari tanaman kehutanan.
Description
Finalisasi oleh agus/September 2026
