Hubungan Musculoskeletal Disorders Dengan Kualitas Hidup Pada Petani Di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Fenomena musculoskeletal disorders dianggap sebagai salah satu masalah kesehatan terpenting yang dihadapi oleh pekerja. Aktivitas kerja petani yang sebagian besar masih dilakukan secara manual membuat petani menjadi salah satu pekerjaan yang rawan terhadap musculoskeletal disorders. Beberapa faktor risiko dari musculoskeletal disorders, diantaranya faktor karakteristik individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Musculoskeletal disorders menimbulkan gejala seperti rasa nyeri yang menyebabkan produktifitas kerja petani menurun. Akibatnya akan berdampak pada segala aspek baik fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Sehingga musculoskeletal disorders dapat menurunkan kualitas hidup petani apabila tidak segera ditangani.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan musculoskeletal disorders dengan kualitas hidup pada petani. Metode yang digunakan kuantitatif dengan desain korelasi melalui pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 218 responden. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 26 Novermber hingga 23 Desember 2024 dengan cara menyebarkan kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) untuk menilai musculoskeletal disorders dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan nilai p value < 0,05.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat keluhan Musculoskeletal disorders sedang sebanyak 107 responden (49,1%) dan memiliki kualitas hidup baik sebanyak 133 responden (61%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value 0,000 dengan taraf signifikansi 0,005. Kedua variabel memliki korelasi
0,265 yang menunjukkan arah hubungan negatif dengan kekuatan lemah. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat keluhan musculoskeletal disorders, maka semakin rendah tingkat kualitas hidup pada petani. Petani dengan keluhan musculoskeletal disorders rendah cenderung lebih produktif sehingga memiliki kualitas hidup yang baik. Sebaliknya, petani dengan keluhan musculoskeletal disorders tinggi akan mengalami keterbatasan fisik dalam beraktifitas sehingga berdampak pada menurunnya kualitas hidup petani. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi petani untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerjanya serta tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi kesehatan, monitoring dan evaluasi program UKK yang telah dilaksanakan, dan mengembangkan program lanjutan seperti pelatihan ergonomi guna meminimalisir keluhan musculoskeletal disorders yang dapat berdampak pada kualitas hidup petani.
Description
Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
