Pemantauan Deformasi Lereng pada Tambang Batubara Menggunakan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam operasi penambangan
batubara, mengingat risiko tinggi yang ditimbulkan oleh ketidakstabilan lereng
seperti longsoran dapat mengakibatkan kerugian. Oleh karena itu, pemantauan
kestabilan lereng secara berkelanjutan menjadi hal penting untuk menjamin
keamanan operasi dan keberlanjutan penambangan, seperti menggunakan Slope
Stability Radar (SSR). Perlu kajian mendalam mengenai efektivitas dari SSR
dalam memantau kestabilan lereng pada tambang batubara, mengidentifikasi pola
deformasi dan memprediksi kecepatan laju deformasi lereng dengan lebih akurat.
Pengetahuan terkait faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kestabilan lereng
dan korelasinya dengan data deformasi yang dihasilkan oleh SSR juga perlu
dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal
yang dapat mempengaruhi kondisi kestabilan lereng tambang batubara,
mengidentifikasi perilaku deformasi lereng tambang batubara, dan menganalisis
prediksi kecepatan laju deformasi dengan penggunaan alat SSR pada Pit X.
Penelitian ini dilakukan pada sebuah tambang batubara di Kalimantan
Timur, dengan pengamatan yang dilakukan selama bulan Oktober 2023 sampai
November 2023. Pada penelitian ini terdapat beberapa data sekunder yang berupa
data deformasi lereng, kecepatan (velocity), data jumlah kejadian hujan dan
aktivitas alat berat di area penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu
pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif korelasional dimana data
diolah menjadi angka, grafik dan tren kemudian dikorelasikan dengan faktor
penyebab yang ada. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor
eksternal yang berpengaruh terhadap deformasi lereng. Analisis tren pergerakan
lereng dilakukan dengan menggunakan regresi polinomial untuk memahami pola
kecepatan pergerakan lereng.
Pengamatan faktor eksternal yang ada didapatkan hasil bahwa hujan
teramati selama 29 hari pada area penelitian. Kemudian pola pergerakan lereng
yang terekam bervariasi tergantung pada kondisi setempat serta pengaruh faktor
eksternal yang terjadi secara bersamaan. Seperti pada area highwall, sidewall, dan
IPD yang terpantau sebanyak 61 kejadian deformasi linear, 20 kejadian deformasi progresif pada area highwall, 4 kejadian deformasi regresif pada area sidewall,
dan 6 kejadian pola pergerakan cepat di area IPD.
Analisis kecepatan di lapangan oleh alat SSR menunjukkan bahwa
kecepatan pergerakan lereng meningkat pada hari-hari dengan curah hujan tinggi
atau aktivitas alat berat yang sering terjadi, seperti adanya pergerakan kecepatan
deformasi dengan kecepatan 5,3 mm/jam pada hari ke-35 penelitian. Kemudian
dilakukan prediksi untuk meminimalisir terjadinya kerugian yang dapat
ditimbulkan. Dalam prediksi didapatkan bahwa kecepatan yang dapat terjadi yaitu
dengan rata-rata kecepatan 2,84 mm/jam pada hari ke-68.
Analisis dari hasil yang ada dapat disimpulkan bahwa penggunaan Slope
Stability Radar cukup efektif untuk mendeteksi dini pergerakan lereng pada
tambang batubara. Curah hujan dan aktivitas alat berat menjadi faktor eksternal
dominan pada lokasi pengamatan yang dapat mempengaruhi kestabilan lereng
pada Pit X. Kemudian dengan memahami pola deformasi dan korelasinya dengan
faktor eksternal lainnya serta melakukan perhitungan prediksi dengan
menggunakan metode yang tepat, diharapkan dapat mencegah kejadian longsoran
dan meningkatkan keselamatan kerja di area tambang batubara.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
