Dampak Demonstrasi Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah terhadap Return Saham Pembentuk ILQ'45

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Pasar modal berfungsi sebagai wadah yang mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dengan pihak yang membutuhkan modal (emiten). Investor melakukan investasi dengan harapan memperoleh return, yaitu keuntungan atau kerugian yang diperoleh selama periode tertentu. Return saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor mikro maupun makro. Salah satu faktor makro non-ekonomi yang dapat memengaruhi sentimen investor dan kinerja pasar adalah peristiwa sosial dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa Demonstrasi Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM) pada saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ’45. Demonstrasi HOSTUM yang mencapai puncaknya pada tanggal 28 Agustus 2025 menjadi perhatian publik secara luas dan diperkirakan dapat memengaruhi keputusan investasi serta pergerakan harga saham. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode event study menggunakan data sekunder berupa harga penutupan harian saham selama periode pengamatan (event window) selama 14 hari, yaitu tujuh hari sebelum dan tujuh hari sesudah demonstrasi. Perhitungan abnormal return dilakukan menggunakan market-adjusted model, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena sebagian besar data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan antara sebelum dan sesudah Demonstrasi HOSTUM. Meskipun terdapat beberapa periode pengamatan yang menunjukkan perbedaan signifikan, sebagian besar nilai signifikansi berada di atas 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia belum sepenuhnya efisien dalam bentuk semi-kuat (semi-strong form), karena informasi publik terkait demonstrasi belum secara cepat dan merata tercermin dalam harga saham. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan variabel abnormal return serta belum mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, fluktuasi nilai tukar, dan sentimen pasar global yang juga dapat memengaruhi pergerakan harga saham.

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By