Analisis Histopatologi Otak Pasca Injeksi Protein Rekombinan CIDR1α-PFEMP1 Dosis Bertingkat pada Tikus Wistar

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, ditandai dengan tingginya angka kesakitan dan kematian serta tantangan dalam upaya eliminasi. Pengembangan vaksin menjadi strategi penting untuk menekan kasus malaria berat dan angka kematian malaria, khususnya yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Salah satu kandidat vaksin yang sedang dikembangkan adalah protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 yang menargetkan fase eritrositik parasit dan berpotensi memicu respon imun adaptif. Namun, domain CIDR1α diketahui berperan dalam patogenesis malaria berat, terutama malaria serebral, sehingga aspek keamanan kandidat vaksin ini perlu dievaluasi secara menyeluruh, khususnya terhadap sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 yang diberikan dalam dosis bertingkat terhadap gambaran histopatologi otak tikus wistar. Penelitian dilakukan dengan desain true experimental menggunakan rancangan post test only randomized control group design. Subjek penelitian terdiri atas 28 ekor tikus wistar jantan yang dibagi secara acak ke dalam empat kelompok, yaitu satu kelompok kontrol yang diberikan NaCl 0,9% serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberikan protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 dengan dosis 75 µg, 150 µg, dan 300 µg disertai adjuvan. Injeksi dilakukan dua kali dengan adjuvan CFA pada injeksi primer dan IFA pada injeksi sekunder. Dilakukan pemeriksaan histopatologi otak menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin. Parameter yang diamati meliputi adanya infiltrasi sel radang, jumlah mikroglia, serta jumlah pembuluh darah otak yang menunjukkan perivascular cuffing sebagai indikator respons inflamasi dan gangguan pada jaringan otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pada seluruh parameter histopatologi yang dinilai. Keseluruhan uji statistik dari ketiga parameter yang diukur mengimplikasikan bahwa injeksi protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 dalam rentang dosis 75-300 µg cenderung aman pada otak. Penulis menyarankan penelitian ini untuk dilanjutkan ke tahap uji klinis.

Description

Reuploud Repository 12 Mei-agus Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By