Strategi Pendampingan Berbasis Biopsikososial pada Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) (Studi Deskriptif Kualitatif pada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah sosial yang sering dialami oleh perempuan yang sudah menikah. Kekerasan ini menimbulkan dampak yang sangat signifikan yaitu fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pendampingan berbasis biopsikososial yang diterapkan oleh Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik penentuan lokasi penelitian menggunakan purposive area. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teknik keabsahan data dilakukan melalui empat tahapan, yakni uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendampingan berbasis biopsikososial di UPTD PPA melibatkan tiga aspek yaitu biologis, psikologis dan sosial. Strategi pendampingan biologis diberikan dalam bentuk seperti pendampingan pemeriksaan visum, memberikan dukungan pembiayaan layanan, serta memberikan perlindungan fisik. Strategi pendampingan psikologis dilakukan dengan memberikan dukungan psikososial awal, memberikan konseling, membangun kepercayaan korban, serta rujukan kepada psikolog maupun psikiater. Sementara itu, strategi sosial dilakukan melalui edukasi keluarga, pendampingan hukum, koordinasi lintas lembaga, pemberdayaan ekonomi, serta monitoring pasca pendampingan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelayanan UPTD PPA sebagai Human Service Organization lebih dominan pada aspek people-processing dan people-sustaining dibanding people-changing. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan masih lebih berorientasi pada perlindungan dan stabilisasi korban dibanding transformasi psikososial korban secara berkelanjutan.

Description

Finalisasi_Maya_4 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By