Revitalisasi Pasar Induk Bondowoso Tahun 2014-2021

Abstract

Skripsi ini mengkaji revitalisasi Pasar Induk Bondowoso pada periode 2014-2021 dengan fokus utama pada proses revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso. Permasalahan yang diangkat meliputi tiga aspek utama, yaitu: (1) Apa alasan pemerintah melakukan revitalisasi Pasar Induk Bondowoso, (2) Bagaimana proses revitalisasi tersebut berlangsung, dan (3) Bagaimana dampak yang timbul setelah revitalisasi pasar. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, untuk memperoleh data yang valid dan komprehensif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi ekonomi menurut J.Semelser dengan teori tindakan sosial Max Weber, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap interaksi sosial dan ekonomi dalam konteks perubahan pasar tradisional. unjukkan bahwa proses revitalisasi dilakukan secara bertahap melalui relokasi sementara pedagang, pembangunan kembali dan penataan pasar lama, penataan sistem pengelolaan dan retribusi, serta pembangunan pasar baru sebagai bagian dari kebijakan penataan dan pemerataan aktivitas perdagangan. Revitalisasi berhasil memulihkan fungsi Pasar Induk Bondowoso sebagai pusat perdagangan dan meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, dampak revitalisasi tidak dirasakan secara merata. Pedagang di lokasi strategis cenderung mengalami pemulihan ekonomi lebih cepat dibandingkan pedagang di lantai atas dan pasar baru. Secara sosial, revitalisasi mengubah pola interaksi pedagang dan menuntut proses adaptasi terhadap tata ruang dan sistem pengelolaan baru, yang semakin kompleks akibat pandemi Covid-19.

Description

Validasi file repositori 31 Agustus 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By