Pengaruh Konsentrasi Bap Terhadap Perkecambahan Benih Sintetik Tebu (Saccharum Officinarum L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas yang digunakan sebagai bahan baku penghasil gula utama di Indonesia. Permintaan tebu terus meningkat namun peningkatan permintaan ini tidak sebanding dengan produksinya yang mengalami penurunan. Penurunan jumlah produksi ini salah satunya diakibatkan karena kurangnya ketersediaan bibit tebu. Salah satu cara untuk memastikan ketersediaan bibit tebu dapat dilakukan melalui kultur jaringan dengan metode pembuatan benih sintetik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tentang pengaruh berbagai konsentrasi BAP terhadap perkecambahan benih sintetik tebu. Bagian tunas basal dari planlet tebu dimasukkan ke dalam media alginat yang telah diberi setiap perlakuan BAP (0ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm; 2 ppm) dan diteteskan ke dalam larutan CaCl2 100 mM hingga membentuk benih. Variabel pengamatan yang diamati adalah persentase benih hidup, waktu perkecambahan benih, persentase benih berkecambah, tinggi tunas, jumlah daun, dan jumlah tunas baru yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP terbaik untuk memacu perkecambahan benih sintetik tebu adalah 1,5 ppm dan 2 ppm dengan persentase benih berkecambah dan daya hidup benih sebesar 100%. Waktu perkecambahan benih sintetik paling cepat terdapat pada perlakuan BAP 1,5 ppm. Pada pengamatan tinggi tunas dan kemampuan benih sintetik untuk membentuk tunas baru hasil terbaik didapat dari perlakuan BAP dengan konsentrasi 2 ppm. Sedangkan untuk jumlah daun terbanyak didapat dari perlakuan BAP 1,5 ppm.
Description
Reupload Repositori File 26 Januari 2026_Kholif Basri
