Rancang Bangun Alat Validasi pada Optical Distribution Point menggunakan Bluetooth Berbasis Arduino

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Telekomunikasi berasal dari dua arti kata yang berbeda, yaitu “tele” dan “komunikasi”. Tele yang berarti jauh, sedangkan komunikasi yang berarti proses penyampaian sebuah pesan atau informasi dari satu individu ke individu lain atau dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengn demikian, telekomunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian sebuah pesan atau informasi dari satu individu ke individu lain yang dapat dilakukan dalam jarak-jarak jauh. Perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat memberikan dampak positif pada konsumen, dapat dilihat dari segi pelayanan dari berbagai jasa telekomunikasi yang bisa dirasakan pada saat sekarang ini. Hal tersebut berbanding lurus dengan bisnis pembangunan jaringan yang lebih besar dan lebih baik dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan peningkatan ukuran dan jumlah perangkat yang dibangun dalam satu jaringan maka sistem monitoring untuk masing-masing perangkat menjadi sesuatu yang sangat penting karena akan mempermudah administrator untuk memantau device (alat) yang tersambung dalam satu jaringan. Sebagai sarana telekomunikasi, penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi untuk kegiatan bisnis maupxun kegiatan sehari-hari sudah merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi tidak lepas dari adanya penyelenggara telekomunikasi, yaitu penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi yang disebut sebagai operator seluler (Service Provider) atau penyedia jasa telekomunikasi. Dalam suatu pekerjaan, para teknisi sering lalai dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Mereka sering mengabaikan peraturan perusahaan untuk penggunaan alat keselamatan kerja pada saat pekerjaan berlangsung, karena pekerjaan tersebut dianggap sepele. Seperti halnya pada saat survei pemasangan jaringan baru, survei ini dilakukan dengan mengunjungi rumah pelanggan dan juga melihat splitter pada ODP (Optical Distribution Point) terdekat, apakah masih ada port yang kosong atau tidak. Untuk melakukan survei port pada ODP atau yang disebut dengan validasi ODP, teknisi harus memanjat tiang setinggi 7 sampai 9 meter dengan tangga untuk membuka kotak ODP dan melihat apakah ada port yang kosong atau tidak. Dalam melakukan validasi, para teknisi sering mengabaikan peralatan keselamatan kerja yang dianggap rumit dalam pemakaiannya. Seperti pemakaian body harness pada setiap kali memanjat tiang dan hal tersebut akan memakan waktu bekerja mereka. Kelalaian para teknisi tersebut akan meningkatkan resiko kecelakan kerja, dan perusahaan akan merasa terugikan dengan hal tersebut. Karena terjadinya kecelakaan pekerja akan menimbulkan suatu masalah dalam memberikan pelayanan jasa. Oleh karena itu, alat ini dibuat sebagai alat validasi pada optical distribution point menggunakan bluetooth berbasis arduino. Dalam proyek akhir ini membuat alat validasi yang dimana pada alat tersebut terdapat push button yang sebagai input indikator, Bluetooth sebagai pengirim dan penerima data dari arduino, dengan output yang berupa aplikasi android dengan mengetahui port mana saja yang terisi dan tidak serta jumlah port masing-masing. Pada pengujian alat validasi optical distribution point ini, dilakukan percobaan dengan jarak yang berbeda yakni, kondisi pertama pada saat jarak 3 meter, kedua pada saat jarak 5 meter, ketiga pada jarak 10 meter, dan pada jarak 15 meter. Hasil dari pengujian alat tersebut yaitu, pada saat jarak 3 meter data terbaca di android, pada saat jarak 5 meter data terbaca di android, pada jarak 10 meter data tidak terbaca di android, dan pada jarak 15 meter data tidak terbaca di android.

Description

reupload file repositori 8 april 2026 kurnadi/fani

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By