Efek Lama Pemberian Klorpirifos Dosis Rendah terhadap Kadar Albumin Serum Tikus Wistar Jantan
| dc.contributor.author | Noval Hidayat | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-19T08:56:19Z | |
| dc.date.issued | 2024-02-12 | |
| dc.description | Reupload file repository 19 Oktober 2026_Ratna Finalisasi Maya_19 Oktober 2026 | |
| dc.description.abstract | Klorpirifos adalah pestisida golongan organofosfat yang banyak digunakan di Indonesia. Keefektifan klorpirifos dalam menanggulangi hama sejalan dengan tingkat residu yang dihasilkannya di lingkungan dan tanaman. Akumulasi klorpirifos jangka panjang di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ terutama sistem saraf, kardiovaskular, pernapasan, fungsi hati dan ginjal. Gangguan fungsi hati dan ginjal dapat menyebabkan penurunan kadar albumin serum. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efek pemberian klorpirifos dosis rendah terhadap kadar albumin serum pada tikus wistar. Pada penelitian ini digunakan 30 tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu Kn, K1, K2, K3, dan K4. Kelompok Kn adalah kelompok kontrol yang menerima pelarut normal saline (+5% Tween 20) secara per oral selama 56 hari. Kelompok K1, K2, K3, dan K4 merupakan kelompok perlakuan yang diberikan klorpirifos 5 mg/kgBB dengan pelarut normal saline (+5% Tween 20) secara per oral, dengan durasi pemberian berbeda, yaitu selama 7 hari (akut), 14 hari (subakut), 28 hari (subkronis), dan 56 hari (subkronis). Penelitian ini berlangsung selama 63 hari. Pengukuran kadar albumin serum menggunakan metode dye-binding dengan alat sprektrofotometer. Berdasarkan hasil pengukuran rata-rata kadar albumin serum tiap kelompok, didapatkan bahwa kelompok Kn memiliki kadar albumin serum yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya yaitu sebesar 4,326±0,519 g/dL. Kadar albumin serum pada kelompok yang diberi klorpirifos mengalami penurunan, semakin lama pemberian klorpirifos, maka kadar albumin serum semakin rendah. Kadar albumin terendah terdapat pada kelompok K4 dengan pemberian klorpirifos selama 56 hari yaitu 2,826±0,358 g/dL. Berdasarkan uji One Way ANOVA didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Hasil uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) kadar albumin serum pada semua kelompok perlakuan (K1, K2, K3, dan K4) jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (Kn). Hasil ini mengindikasikan bahwa pemberian klorpirifos dosis rendah dalam rentang waktu 7 hari (akut), 14 hari (subakut), 28 hari (subkronis), dan 56 hari (subkronis) memiliki efek yang signifikan dalam menurunkan kadar albumin serum. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: dr. Desie Dwi Wisudanti, M. Biomed. DPA: dr. Muhammad Afiful Jauhani, S.H., M.H., Sp.FM., FISQua. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15655 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Klorpirifos | |
| dc.subject | Kadar Albumin Serum | |
| dc.title | Efek Lama Pemberian Klorpirifos Dosis Rendah terhadap Kadar Albumin Serum Tikus Wistar Jantan | |
| dc.type | Other |
