Hubungan Kadar Retikulosit Hemoglobin Ekuivalen (Ret-He) dengan Serum Iron (SI) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Stadium V yang Menjalani Hemodialisis di RSD Dr. Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) stadium V merupakan kondisi kerusakan struktur dan/atau ginjal yang dapat disertai anemia karena beberapa penyebab, salah satunya adalah defisiensi besi. Pemeriksaan serum iron (SI) merupakan salah satu metode untuk menilai status besi pada pasien defisiensi besi, tetapi bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh beberapa faktor pengganggu. Salah satu parameter alternatif yang dianggap lebih stabil dan mencerminkan ketersediaan besi untuk eritropoiesis adalah retikulosit hemoglobin ekuivalen (RET-He). Hingga saat ini, penelitian mengenai hubungan RET-He dan SI pada pasien PGK stadium V di Jember masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar dan hubungan RET-He dan SI pada pasien PGK stadium V yang menjalani hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien PGK stadium V yang menjalani hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember pada Agustus–September 2025 dan memenuhi kriteria tertentu, sehingga diperoleh 46 subjek. Data RET-He dan SI diperoleh melalui rekam medis pemeriksaan darah lengkap dan status besi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p< 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai median RET-He sebesar 30,95 (3,80) pg dan median SI sebesar 37,50 (23,50) μg/dL. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara RET-He dan SI (r=0,229; p=0,127). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara RET-He dan SI pada pasien PGK stadium V yang menjalani hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel lebih besar serta mengontrol variabel perancu seperti status inflamasi, waktu pengambilan darah, dan asupan nutris

Description

Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By