Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Materi Sistem Ekskresi dengan Augmented Reality Card (ARC) Terhadap Problem Solving Skill dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah atau Problem Solving Skill merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang sangat penting untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran. Keterampilan ini mencakup keterampilan memahami masalah, merumuskan penyelesaian, menentukan solusi, serta mengevaluasi hasil penyelesaian secara sistematis dan logis berdasarkan informasi yang relevan. Rendahnya keterampilan pemecahan masalah siswa sering dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses investigasi dan pemecahan masalah. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yaitu model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran melalui pemberian masalah kontekstual yang harus diselesaikan secara mandiri maupun berkelompok. Untuk mendukung efektivitas penerapan model tersebut, pembelajaran dapat dipadukan dengan media Augmented Reality Card (ARC) yang mampu menampilkan objek tiga dimensi secara interaktif sehingga membantu siswa memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan Augmented Reality Card (ARC) terhadap Problem Solving Skill dan hasil belajar biologi siswa SMA materi sistem ekskresi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Jember pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA yang terdiri atas lima kelas, kemudian dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian, yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pre test dan post-test with non-equivalent control-group design. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Augmented Reality Card (ARC), sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional berupa metode ceramah. Sebelum penentuan sampel penelitian dilakukan uji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dan uji homogenitas menggunakan Levene Test untuk memastikan bahwa data populasi berdistribusi normal dan homogen. Problem Solving Skill siswa diukur menggunakan instrumen studi kasus yang dianalisis melalui uji statistik Independent Sample T-Test dengan terlebih dahulu melakukan uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas. Apabila nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) pada taraf α < 0,05, maka terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Sementara itu, hasil belajar kognitif dianalisis menggunakan uji ANAKOVA dengan nilai pre-test sebagai kovariat dan post-test sebagai variabel terikat, yang didahului dengan uji normalitas dan homogenitas untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar siswa. Problem Solving Skill dalam penelitian ini terdiri atas empat indikator, yaitu identifikasi masalah atau memahami masalah, perumusan penyelesaian masalah, penyelesaian masalah, dan evaluasi masalah. Rata-rata keseluruhan aspek Problem Solving Skill pada kelas eksperimen sebesar 81,19 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 69,84. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test dan diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan Augmented Reality Card (ARC) materi sistem ekskresi terhadap Problem Solving Skill siswa dalam pembelajaran biologi di SMA.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By