Pengaruh Konsentrasi Pupuk Si-S Terhadap Hasil Dan Kualitas Umbi Kentang G1 (Solanum tuberosum L.)

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitas dan kualitas benih G1 masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait efisiensi pemupukan dan serangan penyakit. Kombinasi silika (Si) dan sulfur (S) berpotensi meningkatkan hasil, kualitas umbi, serta ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2025 di lahan PT. Kultur Jaringan Indonesia, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan ketinggian 1200 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan tiga taraf perlakuan, yaitu P0 (0 ml/l), P1 (1 ml/l), dan P2 (2 ml/l), yang diulang sebanyak tujuh kali. Parameter yang diamati meliputi kadar klorofil daun, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per plot, grading umbi, dan insidensi penyakit busuk umbi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Si-S berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi per plot, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar klorofil. Perlakuan P1 (1 ml/l) memberikan hasil terbaik dengan jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per plot, pada grading umbi menghasilkan grade XL sebesar 105 g/umbi, grade L 53 g/umbi dan grade M 28 g/umbi, yang lebih tinggi dibandingkan kontrol, serta menurunkan insidensi penyakit busuk umbi sebesar 6,8%. Oleh karena itu, pada perlakuan konsentrasi pupuk Si-S P1 (1 ml/l) dapat direkomendasikan untuk meningkatkan hasil dan kualitas umbi pada budidaya tanaman kentang G1.

Description

Finalisasi Agustus 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By