Alasan Laos Mempertahankan Proyek Kereta Api Laos–Tiongkok di Tengah Beban Utang dan Kerugian Sosial-Ekonomi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Laos-China Railway (LCR) merupakan proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Laos dengan nilai sekitar 5,9 miliar dolar AS. Meski membebani keuangan negara dan merugikan masyarakat, Partai Rakyat Revolusioner Laos (LPRP) tetap mempertahankannya. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus tunggal dan analisis dokumen sekunder pada rentang 2010 hingga 2025, penelitian ini berargumen bahwa LCR dipertahankan demi kelangsungan kekuasaan rezim (political survival). Legitimasi LPRP bersandar pada kinerja ekonomi, sementara krisis fiskal meretakkan fondasi itu, dan LCR yang dirancang sebagai bukti kinerja justru ikut memperdalam krisis. Dari krisis legitimasi ganda ini lahir tiga ancaman yang dijawab tiga mekanisme, yaitu distribusi rente untuk meredam pembelotan elite, pengelolaan persepsi publik untuk meredam keresahan masyarakat, dan pemanfaatan dukungan Tiongkok untuk menahan tekanan reformasi eksternal. Kombinasi ketiganya membentuk Authoritarian Upgrading (Heydemann, 2007), yaitu pembaruan strategi bertahan rezim yang tidak lagi bertumpu pada kekerasan terbuka. Temuan ini menantang narasi yang memposisikan Laos sebagai objek pasif dari pengaruh Tiongkok.
Description
Finalisasi Maya_09 Agustus 2026
