Upaya Pemangku Kepentingan di Tingkat Desa dalam Mengatasi Hambatan Kultural pada Pencegahan Stunting (Studi Kasus Desa Sumbersari Kabupaten Lumajang)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan
tidak hanya disebabkan oleh faktor biologis tetapi juga dipengaruhi oleh faktor
kultural yang membentuk pola asuh, kepercayaan, dan praktik pemberian makan
anak yang tidak sesuai dengan anjuran medis. Faktor kultural ini membuat upaya
pencegahan stunting menjadi kurang efektif jika hanya mengandalkan pendekatan
medis semata. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian untuk mengetahui
bagaimana pemangku kepentingan di tingkat desa berupaya mengatasi hambatan
kultural tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami upaya
pemangku kepentingan di tingkat desa dalam mengatasi hambatan kultural pada
pencegahan stunting di Desa Sumbersari, Kabupaten Lumajang. Pendekatan yang
digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan kultural berupa praktik
pemberian MPASI dini, ASI yang tidak eksklusif, serta keyakinan bahwa stunting
merupakan faktor keturunan masih ditemukan di masyarakat. Upaya yang
dilakukan meliputi edukasi dan penyuluhan melalui posyandu dengan pendekatan
komunikatif, serta pelibatan aktif masyarakat melalui penjemputan. Hasil capaian
dari upaya tersebut dapat dilihat pada prevalensi stunting yang satu tahun terakhir
yang menunjukkan tren penurunan, sehingga dianggap sebagai hasil positif dari
pelaksanaan program pencegahan di tingkat desa. Penelitian ini menegaskan
pentingnya strategi edukasi yang sensitif budaya dalam mengatasi hambatan
kultural pada pencegahan stunting.
Description
Reupload file repository 14 April 2026_Ratna
