Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabai Rawit di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas holtikultura
sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Keberadaan cabai rawit
dapat memberi prospek dan peluang pasar yang cerah dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi karena minat komoditas ini yang tinggi. Salah satu provinsi
penghasil cabai rawit terbanyak di Indonesia dihasilkan oleh provinsi Jawa Timur.
Kabupaten / Kota di Jawa Timur yang menjadi sentra produksi cabai rawit salah
satunya di Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten Banyuwangi pernah menjadi
penghasil produksi cabai rawit tertinggi di Jawa Timur tahun 2022 mencapai
104.298,8 ton. Peningkatan produksi tersebut dipengaruhi oleh Kecamatan
Wongsorejo yang menyumbangkan produksi cabai rawit sebesar 84,47% dari
kecamatan lain atau sejumlah 88.101 ton. Namun tahun 2023, produksi cabai
rawit Kecamatan Wongsorejo mengalami penurunan yakni hanya menghasilkan
1,979.1 Ton dengan persentase 7,92% dari kecamatan lain. Tingkat penurunan
yang drastis ini mencapai persentase 97% di tahun 2022 ke 2023. Pada kasus
penurunan produksi tersebut disebabkan para petani kurang memaksimalkan
penggunaan faktor produksi sehingga kendala dalam usahatani cabai rawit seperti
serangan hama tidak bisa diminimalisir dampaknya. Hal ini dengan adanya kasus
penurunan produksi cabai rawit membuat keuntungan yang diterima petani cabai
rawit tidak maksimal atau tidak seperti yang diharapkan jika dibandingkan dengan
biaya yang telah dikeluarkan.
Penentuan lokasi pada penelitian ini menggunakan purposive method.
Purposive method adalah metode penentuan lokasi yang dilakukan secara sengaja
berdasarkan beberapa pertimbangan yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode analitik. Metode
deskriptif merupakan metode dalam meneliti status objek dengan menguraikan
sifat atau karakteristiknya. Metode analitik yaitu metode menganalisis data yang
telah diperoleh sehingga dapat menginterpretasikan lebih dalam hubungan
variabelnya. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder sebagai
informasi. Metode pengambilan sampel menggunakan metode cluster random
sampling. Metode cluster random sampling adalah teknik sampling daerah yang
digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti sangat luas.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 petani cabai rawit di
Kecamatan Wongsorejo. Analisis terkait faktor- faktor yang mempengaruhi
produksi usahatani cabai rawit di analisis menggunakan analisis regresi linier
berganda dengan metode cobb-douglas. Sedangkan efisiensi biaya usahatani
menggunakan perhitungan R/C Ratio.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel luas lahan, jumlah benih,
pupuk organik, pupuk anorganik dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap
produksi cabai rawit di Kecamatan Wongsorejo. Sedangkan variabel tenaga
kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai rawit di Kecamatan
Wongsorejo. Hal tersebut dimungkinkan karena petani cabai rawit
memperkejakan pekerja yang jumlahnya melebihi standar yang dibutuhkan
dalam usahatani cabai rawit yakni 16-41 orang atau rata-rata 35 orang per hektar
per musim tanam, sedangkan standar berdasarkan balai penelitian tanaman
sayuran hanya 15-25 orang per hektar per musim tanam. Lalu, efisiensi biaya
usahatani cabai rawit di Kecamatan berdasarkan perhitungan R/C ratio diperoleh
hasil sebesar 2,48 yang berarti bahwa usahatani cabai rawit efisien untuk
diusahakan (menguntungkan). Maka tiap penambahan Rp.1 biaya yang
dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 2,48. Usahatani cabai
rawit yang efisien ini juga bisa dibuktikan dari petani cabai rawit di Kecamaatan
Wongsorejo yang setiap tahunnya selalu menanam cabai rawit.
Description
upload by Teddy_25.02.2026
