Pengaruh Induksi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Menggunakan Bio-catharanthine dan Respon terhadap Stres Salinitas serta Aktivitas Antioksidannya

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Bayam merah merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bayam merah masih jarang dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan dengan bayam hijau, namun bayam merah memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi. Kandungan antioksidan seperti antosianin di dalam bayam merah sangat berguna untuk mencegah radikal bebas penyebab penyakit. Sebagai tanaman sayur yang bermanfaat bagi kesehatan, budidaya bayam merah juga tergolong mudah pada lahan pertanian maupun hidroponik. Akan tetapi, terjadinya alih fungsi lahan maupun perubahan iklim menjadikan kondisi lahan pertanian menjadi tidak ideal. Terjadinya degradasi tingkat kesuburan tanah salah satunya berdampak pada meningkatnya kandungan salinitas di dalam tanah. Salinitas tanah dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga kualitas tanaman akan menurun. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengembangan kualitas tanaman yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tanah salin. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan induksi poliploid pada tanaman bayam merah. Induksi poliploid dapat menggunakan agen poliploidisasi yaitu biocatharanthine yang berasal dari ekstrak Catharanthus roseus. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 sampai Mei 2024 di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Laboratorium CDAST di Universitas Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang saling berinteraksi. Faktor pertama merupakan konsentrasi bio-catharanthine terdiri atas 1%, 5%, dan 10% serta faktor kedua yaitu lama perendaman yakni 12 jam dan 24 jam. Parameter yang diamati adalah persen perkecambahan, stomata (panjang, lebar, dan kerapatan), pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam merah (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun) serta aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji parametrik ANOVA atau non parametrik Kruskal-Wallis sehingga diperoleh hasil dalam bentuk box dan whisker plot serta grafik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bio-catharanthine tidak menurunkan persen perkecambahan biji bayam merah. Biji bayam merah hasil induksi perkecambahan tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol sebesar 98,0%, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi 5% dan lama perendaman 12 jam yakni sebesar 81,4%. Hasil analisis stomata yaitu terdapat peningkatan panjang stomata tetapi menurunkan lebar serta kerapatan stomata. Adapun kombinasi perlakuan yang efektif untuk meningkatkan panjang stomata yaitu konsentrasi bio-catharanthine konsentrasi 1% lama perendaman 24 jam, konsentrasi 5% lama perendaman 12 jam dan 24 jam, serta konsentrasi 10% lama perendaman 24 jam. Pengukuran pertumbuhan selama perlakuan salinitas meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, serta panjang dan lebar daun. Berdasarkan hasil analisis didapatkan grafik regresi linear menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, serta panjang dan lebar daun pada perlakuan salinitas. Hal tersebut dapat diasumsikan bahwa bayam merah yang diberikan perlakuan salinitas masih belum pada kondisi tercekam sehingga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Pada pertumbuhan dan perkembangan bayam merah tanpa perlakuan salinitas tidak terjadi peningkatan maupun penurunan secara merata, hal ini dikarenakan terdapat respon yang berbeda pada setiap individu bayam merah dalam merespon salinitas. Aktivitas antioksidan bayam merah dengan perlakuan salinitas terjadi peningkatan pada bayam merah induksi maupun non induksi. Perlakuan salinitas tertinggi yaitu konsentrasi NaCl 7000 ppm mengalami peningkatan aktivitas antioksidan pada semua perlakuan kombinasi maupun kontrol, nilai tertinggi ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan B2T1 (bio-catharanthine 5% 12 jam). Hal ini ditunjukkan dengan adanya rentang nilai yang sama diantara bayam merah induksi dengan non induksi pada perlakuan salinitas. Begitu pula pada aktivitas antioksidan tanpa perlakuan salinitas (S0) menunjukkan adanya respon yang berbeda pada masingmasing konsentrasi. Kombinasi perlakuan induksi maupun non induksi menunjukkan adanya peningkatan dan penurunan aktivitas antioksidan.

Description

Reuploud file repositori 2 april 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By