Analisis Kelistrikan Limbah Kulit Pisang dan Belimbing Wuluh Sebagai Pengganti Pasta Baterai Untuk Menghidupkan LED 3V
| dc.contributor.author | Farradhita Ambar Tauriestya | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-02T00:43:04Z | |
| dc.date.issued | 2024-12-24 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 02 Februari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Sumber daya utama yang dibutuhkan saat ini adalah energi listrik. Berjalannya waktu penggunaan energi listrik semakin meningkat karena energi listrik salah satu fasilitas primer yang digunakan setiap hari. Adanya keterbatasan sumber energi listrik seperti minyak, batu bara, gas alam, dan lain-lain. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mencari sumber energi alternatif. Bahan yang digunakan untuk membuat energi alternatif dari daur ulang seperti baterai bekas. Batu baterai menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya bentuk listrik arus searah. Baterai memiliki elektrolit bersifat asam, sehingga pasta baterai bisa digantikan oleh limbah kulit pisang dan belimbing wuluh. Pisang dan belimbing wuluh mengandung senyawa asam yang berpotensi akan mengahasilkan energi listrik karena senyawa asam merupakan larutan elektrolit. Elektrolit dalam sel volta menghantarkan ion-ion dari anoda menuju katoda sehingga menghasilkan energi listrik. Prinsip sel volta memisahkan reaksi redoks. Reaksi redoks dibagi menjadi dua bagian yaitu setengah reaksi reduksi katoda (kutub positif) dan setengah reaksi oksidasi anoda (kutub negatif). Anoda dan katoda akan dicampur kedalam larutan elektrolit yang menghubungkan jembatan garam elektroda. Penelitian ini disusun secara seri menggunakan fitting baterai, pasta baterai diganti dengan pasta limbah kulit pisang dan belimbing wuluh, garam KCl sebagai larutan elektrolit, voltmeter sebagai melihat hasil keluaran tegangan dan arus , dan lampu LED sebagai identifikasi nyala atau tidak lampu tersebut. Pada pengujian kali ini menggunakan metode dengan beban lampu LED 3 volt. Data yang dihasilkan tegangan saat pengujian sample limbah kulit pisang 1.13 volt dan belimbing wuluh 1.60 volt. Tingkat keasaman sangat mempengaruhi tegangan, arus, dan perhitungan daya. Ketika pengujian menggunakan 8 buah baterai di rangkai secara seri untuk membandingkan tegangan, arus, dan perhitungan daya. Didapatkan hasil limbah kulit pisang 1.2 volt, 0.00014 ampere, 0.000168 watt. Sedangkan limbah belimbing wuluh 2.4 volt, 0.0046 ampere, 0.01104 watt. Pada kedua larutan elektrolit tersebut yang mampu menyalakan lampu LED 3 volt limbah belimbing wuluh. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ir. Suprihadi Prasetyono S.T., M.T. Dosen Pembimbing Anggota: Dr. Ir. Satryo Budi Utomo S.T., M.T. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/877 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Energi Listrik | |
| dc.subject | Batu baterai | |
| dc.subject | Pisang | |
| dc.title | Analisis Kelistrikan Limbah Kulit Pisang dan Belimbing Wuluh Sebagai Pengganti Pasta Baterai Untuk Menghidupkan LED 3V | |
| dc.type | Other |
