Analisis Keanekaragaman Bandwidth Burung Insektivora pada Agroforestri Berbasis Kopi di Beberapa Jenis Pohon Penaung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies burung insektivora dengan variasi bandwidth antar lokasi. Dua spesies yang menonjol adalah Sepah Kecil (Pericrocotus cinnamomeus) dan Cekakak Sungai (Todiramphus chloris). Sepah Kecil memiliki rata-rata bandwidth yang lebih lebar di Sukorejo (1,4232 kHz) dibandingkan Pace (0,8955 kHz) dan Kaliwining (0,9943 kHz). Perbedaan signifikan ditemukan antara Pace dan Sukorejo dengan p-value 0,05. Sebaliknya, Cekakak Sungai menunjukkan bandwidth terlebar di Pace (2,8720 kHz) dibanding Sukorejo (0,6857 kHz) dan Kaliwining (0,7222 kHz) dengan p-value < 0,000 untuk sebagian besar perbandingan. Vegetasi dan faktor fisik lingkungan secara signifikan memengaruhi variasi bandwidth burung insektivora. Vegetasi heterogen di Sukorejo dengan Pohon Sengon Buto yang memiliki kanopi tinggi dan terbuka memungkinkan Sepah Kecil menghasilkan bandwidth lebih lebar, sedangkan vegetasi homogen di Pace dengan kanopi rendah cenderung membatasi lebar bandwidth burung tersebut. Sebaliknya, Cekakak Sungai menghasilkan bandwidth lebih lebar di Pace, yang memiliki vegetasi terbuka pada ketinggian rendah. Kondisi ini memberikan ruang optimal untuk aktivitas komunikasi vokal burung. Selain vegetasi, faktor fisik lingkungan seperti intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan turut memengaruhi adaptasi vokal burung. Di lokasi dengan kanopi rapat, hambatan akustik seperti pantulan suara dari daun atau batang cenderung mempersempit bandwidth yang digunakan. Sementara itu, kondisi dengan intensitas cahaya tinggi dan suhu stabil di bawah vegetasi heterogen menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas foraging dan komunikasi vokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi bandwidth dapat menjadi indikator adaptasi burung terhadap lingkungan serta kualitas ekosistem agroforestri kopi, dengan implikasi penting untuk pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati.
Description
Reupload file repositori 9 Februari 2026_Yudi
