Pengembangan Perangkat RBL-STEM dalam Meningkatkan Literasi Lingkungan Mahasiswa Menyelesaikan Masalah Urban Farming Menggunakan Locating Metric Coloring dan STGNN
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran berbasis riset (RBL-STEM) telah menjadi prioritas dalam
pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Pendekatan ini memadukan elemen
sains, teknologi, teknik, dan matematika dengan aplikasi praktis di dunia nyata.
Fokus utamanya adalah memperkuat literasi lingkungan mahasiswa untuk
menghadapi tantangan dan pemecahan masalah yang kompleks. Penelitian
sebelumnya menunjukkan pentingnya meningkatkan literasi lingkungan
mahasiswa, khususnya dalam menyelesaikan masalah yang membutuhkan
pemahaman aplikasi nyata. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan perangkat RBL-STEM dalam meningkatkan literasi lingkungan
mahasiswa menyelesaikan masalah urban farming menggunakan locating metric
coloring dan STGNN.
Model pembelajaran ini melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses
penelitian terkait masalah locating metric coloring dan penerapannya pada urban
farming. Pendekatan berbasis permasalahan nyata ini diharapkan mampu
meningkatkan literasi lingkungan mahasiswa serta memperkuat pemahaman
diberbagai bidang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan
pengembangan (research and development) dengan model pengembangan 4D
(define, design, develop, dan disseminate). Tujuan penelitian ini adalah
mengembangkan perangkat pembelajaran RBL-STEM yang menghasilkan produk
berupa Rancangan Tugas Mahasiswa (RTM), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM),
dan Tes Hasil Belajar (THB).
Kerangka aktivitas RBL-STEM dalam penelitian ini mencakup beberapa
langkah, yang meliputi: 1) tahap pertama yang harus dilakukan mahasiswa adalah memahami riset terdahulu yang berkaitan dengan urban farming menggunakan
locating metric coloring, 2) memperoleh inovasi dalam pengaplikasian urban
farming berdasarkan locating metric coloring, 3) mengkontruksi fungsi bobot
warna locating metric coloring, 4) menganalisis data terkait urban farming serta
penggunaan perangkat lunak dalam pengolahannya, 5) generalisasi data dengan
menerapkan pada permasalahan lain yang serupa, 6) memberikan kesimpulan dari
hasil kegiatan dengan mempresentasikan hasil yang didapatkan terkait penyelesaian
permasalahan urban farming menggunakan bobot warna dari konsep locating
metric coloring.
Hasil analisis data dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu analisis kuantitatif
dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif melibatkan pengolahan data pretest dan
posttest, dimana dilakukan uji normalitas dan uji t sampel berpasangan (paired
sample t-test). Berdasarkan uji normalitas, dapat disimpulan bahwa nilai pretest dan
posttest memiliki distribusi yang normal, karena nilai signifikansi (𝑆𝑖𝑔. ) > 0,05
(Hobri, 2010). Selanjutnya hasil paired sample t-test menunjukkan nilai Sig.(2
tailed) sama dengan 0,000 < 0,05. Berdasarkan nilai tersebut, maka terdapat
perbedaan nilai sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran menggunakan
perangkat RBL-STEM terhadap literasi lingkungan mahasiswa (Hobri, 2010).
Dalam analisis kualitatif, digunakan metode triangulasi data yaitu potret fase, N
Vivo, dan word cloud. Potret fase memberikan informasi bahwa subjek LLT
memenuhi 8 sub indikator, subjek LLS memenuhi 7 sub indikator, dan subjek LLR
memenuhi 6 sub indikator. Dalam N-Vivo, data dikelompokkan menggunakan fitur
diagram perbandingan dan peta proyek. Sementara itu, word cloud menampilkan
kode soal dan jenis jawaban yang paling banyak disebut oleh mahasiswa sebagai
bentuk pemahaman dalam proses pembelajaran dan literasi lingkungan terkait
materi yang diajarkan.
Description
Reupload Repository 9 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
