Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Pelajaran Bahasa Indonesia BAB 7 Asal-Usul Elemen Membaca pada Peserta Didik Kelas IV SDN Jatian 03 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kurikulum merdeka ialah kurikulum terbaru dan diimplementasikan secara resmi di Indonesia. Kurikulum tersebut dirancang untuk memberikan kebebasan kepada guru ketika mengajar sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, dan kepada peserta didik untuk mengikuti minat belajarnya. Penerapan kurikulum merdeka dimulai pada tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum merdeka membuat pembelajaran lebih fleksibel. Guru harus mampu merancang materi ajar agar peserta didik bisa berpartisipasi aktif saat kegiatan pembelajaran. LKS yang digunakan peserta didik dalam pembelajaran kurikulum merdeka muatan Bahasa Indonesia Kelas IV semester 2 dengan tema Asal-Usul bersifat umum dan kurang kontekstual. Sehingga kegiatan pembelajaran belum terlaksana dengan baik. Kearifan Lokal Jember yang diintegrasikan dalam pengembangan LKPD mencakup Asal-Usul Kabupaten Jember, Asal Mula Terbentuknya Watu Ulo, dan Tari Lahbako. Hasil wawancara dengan wali kelas IV SDN Jatian 03 yakni kurangnya pengenalan kearifan lokal kepada peserta didik sebagai penunjang pembelajaran. Oleh karena itu peserta didik kurang memahami mengenai teks narasi pada LKS karena berisikan cerita dari berbagai daerah dan terlalu umum bagi peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan LKPD berbasis kearifan lokal Kabupaten Jember yang berisikan teks narasi dan ilustrasi yang ada di sekitar peserta didik sebagai penunjang pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah “Bagaimanakah kevalidan dan keefektifan LKPD berbasis kearifan lokal pelajaran Bahasa Indonesia Bab 7 Jenis penelitian yang digunakan ialah pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan menggunakan 8 dari 10 langkah penelitian pengembangan model Borg and Gall. Langkah penelitian yang digunakan yakni, (a) penelitian pendahuluan, (b) perencanaan dan pengembangan, (c) pengembangan desain produk awal, (d) validasi desain produk, (e) revisi produk awal, (f) uji coba pengguna, (g) revisi produk penggunaan, dan (h) uji coba keefektifan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, validasi, dan tes hasil belajar. Subjek dalam penelitian ini yakni peserta didik kelas IV SDN Jatian 03 Jember. Hasil pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal pelajaran Bahasa Indonesia bab 7 asal-usul elemen membaca pada peserta didik kelas IV SDN Jatian 03 Jember diperoleh hasil bahwa produk valid dan efektif. Uji kevalidan dari tiga validator memperoleh skor 82,60% dengan kategori sangat valid. Efektivitas LKPD berbasis kearifan lokal diukur melalui hasil belajar peserta didik (pretest dan posttest) yang dianalisis dengan t-test subjek berhubungan. Hasilnya menunjukkan t-empirik (13,434) lebih besar dari t-kritik (2,069), sehingga perbedaan rata-rata signifikan. Hasil penghitungan keefektifan relatif menunjukkan bahwa pembelajaran setelah perlakuan (posttest) lebih efektif 20,378% dibanding sebelum perlakuan (pretest), namun termasuk dalam kategori keefektifan rendah. Dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal dapat dikatakan valid dan efektif, sehingga dapat digunakan saat kegiatan pembelajaran. Saran dalam penelitian ini bagi peserta didik, diharapkan agar selalu belajar dengan penuh semangat dan ketekunan saat menggunakan LKPD berbasis Kearifan Lokal Jember. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya, karena LKPD ini telah disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka.
Description
Reupload file repository 20 Februari 2026_Yudi
