Ecofeminism in Children's Book: Seeds of Change: Planting a Path to Peace by Jen Cullerton Johnson
| dc.contributor.author | Kartika Rahayu Ningdiah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T00:38:28Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-08 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 09 Juli 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji antroposentrisme dan citra perempuan, dalam hal ini ialah Wangari sebagai tokoh utama dalam buku cerita bergambar berujudul Seeds of Change: Planting A Path to Peace oleh Jenn Cullerton Johnson. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengivestigasi bagaimana perspektif antroposentrisme direpresentasikan melalui aksi ekofeminis dan untuk menganalisis bagaimana buku cerita anak membangun citra perempuan sebagai agen ekologis. Penelitian ini menerapkan penelitian kualitatif dengan konsep pemikiran ekofeminisme oleh Vandana Shiva tentang kedaulatan benih dan perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan, yang didukung oleh teori semiotika oleh Roland Barthes untuk menginterpretasikan verbal dan visual dalam narasi pada buku cerita bergambar Seeds of Change: Planting A Path to Peace. Temuan ini mengungkapkan bahwa meskipun buku tersebut mempromosikan kesadaran lingkungan dan menggambarkan perempuan sebagai agen restorasi ekologi, narasinya masih cenderung menempatkan konservasi lingkungan dalam kerangka berpusat pada manusia. Tindakan lingkungan Wangari Maathai digambarkan sebagai respons terhadap penderitaan sosial, kesulitan ekonomi, dan kesejahteraan komunitas, bukan pengakuan terhadap nilai intrinsik alam. Kecenderungan ini mencerminkan antroposentrisme yang lemah, di mana pelestarian ekologi tetap erat terkait dengan kepentingan manusia. Selain itu, penelitian menemukan bahwa representasi tradisi ekologi Kikuyu disederhanakan menjadi narasi konservasi yang lebih dapat diakses oleh pembaca Barat. Hubungan spiritual dan ontologis antara masyarakat adat dan alam menjadi kurang terlihat. Selain itu, narasi membingkai kepemimpinan lingkungan Wangari melalui prestasi pendidikan Barat dan keberhasilan individu, menciptakan kecenderungan ideologis menuju ekofeminisme liberal Barat dan mereproduksi elemen-elemen Americanisme. Studi ini menyimpulkan bahwa Seeds of Change: Planting A Path to Peace menyampaikan nilainilai ekologis sekaligus mempertahankan asumsi antroposentris dan mengutamakan kerangka kerja Barat modern daripada pengetahuan ekologis masyarakat adat. Kata kunci: Anthropocentrism, Children’s literature, Ecofeminism, Nature, Women | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10829 | |
| dc.language.iso | en | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | antroposentrisme | |
| dc.subject | FORESTRY, AGRICULTURAL SCIENCES and LANDSCAPE PLANNING::Landscape planning::Planting design | |
| dc.subject | ekofeminisme | |
| dc.title | Ecofeminism in Children's Book: Seeds of Change: Planting a Path to Peace by Jen Cullerton Johnson | |
| dc.type | Other |
