Pengaruh Konsentrasi Basis Carbopol-Tea Dalam Sediaan Nanoemulgel Minyak Atsiri Daun Cengkeh Sebagai Anti Jerawat

dc.contributor.authorAulia Dewi Agustina
dc.date.accessioned2026-06-22T01:24:32Z
dc.date.issued2026-01-22
dc.descriptionReupload file repositori 13 Mei 2026_Maya
dc.description.abstractJerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit inflamasi yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum) mengandung senyawa eugenol yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes (Rahmawati, dkk., 2025; Wayan, dkk., 2025). Minyak atsiri bersifat volatil dan mudah terdegradasi sehingga memerlukan sistem penghantaran yang tepat agar stabil dan efektif saat digunakan secara topikal (Picolloto dkk., 2025). Nanoemulgel merupakan sistem sediaan topikal yang mengombinasikan nanoemulsi dan gel, sehingga mampu meningkatkan penetrasi zat aktif, kenyamanan penggunaan, dan stabilitas sediaan (Athallah dkk., 2024; Dasawanti dkk., 2022). Basis gel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Carbopol 940 dengan TEA sebagai alkalizing agent. Carbopol 940 merupakan polimer akrilik yang bersifat non toksik, tidak iritatif, serta mampu membentuk gel transparan dengan sifat bioadhesif yang baik (Apriani dkk., 2023; Safitri dkk., 2021). Perbedaan konsentrasi gelling agent diketahui dapat memengaruhi viskositas, daya sebar, serta pelepasan zat aktif dari sediaan (Ullah dkk., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi basis Carbopol 940–TEA terhadap mutu fisik, aktivitas antibakteri, dan stabilitas nanoemulgel minyak atsiri daun cengkeh. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan tiga formula yang memiliki perbedaan konsentrasi Carbopol 940–TEA. Parameter yang diuji meliputi organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menggunakan metode difusi cakram, serta uji stabilitas menggunakan cycling test. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan One Way ANOVA atau Kruskal Wallis serta uji lanjut LSD atau Mann–Whitney. Data stabilitas dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Carbopol 940–TEA secara signifikan meningkatkan viskositas dan menurunkan daya sebar sediaan nanoemulgel, sementara nilai pH tidak mengalami perbedaan signifikan antar formula. Aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi basis, yang ditunjukkan oleh penurunan diameter zona hambat dari kategori sedang hingga lemah. Uji stabilitas menunjukkan bahwa seluruh formula stabil secara organoleptis, namun terjadi penurunan nilai pH yang signifikan secara statistik setelah perlakuan cycling test, meskipun masih berada dalam rentang pH yang dapat diterima untuk sediaan topikal, hal dipengaruhi oleh perubahan suhu terhadap sifat fisikokimia sediaan (Ahmed dkk., 2021).
dc.description.sponsorshipDPU : apt. Lidya Ameliana, S.Si., M.Farm
dc.identifier.otherMaya
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9583
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectJerawat Vulgaris
dc.titlePengaruh Konsentrasi Basis Carbopol-Tea Dalam Sediaan Nanoemulgel Minyak Atsiri Daun Cengkeh Sebagai Anti Jerawat
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
AULIA DEWI AGUSTINA - 222210101056.pdf
Size:
2.47 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: