Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Benih Jagung (Zea mays L.) Varietas Lokal Guluk-Guluk melalui Aplikasi Selenium
| dc.contributor.author | Onna Dwi Ramadhani | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-26T07:31:22Z | |
| dc.date.issued | 2025-04-09 | |
| dc.description | FINALISASI oleh Arif 2026 Mei 26 | |
| dc.description.abstract | Peranan jagung semakin meningkat saat ini baik sebagai bahan pangan (food), pakan (feed), bahan baku industri maupun sebagai bahan bakar energi (fuel). Peranan yang meningkat ini menghasilkan permintaan jagung termasuk benih jagung, yang pada tahun 2021 dibutuhkan 83.947 ton benih jagung dan impor benih jagung senilai USD 243.000 (Kementerian Pertanian,2022; Kementerian Pertanian,2023). Di sisi lain, masyarakat masih mengandalkan tanaman jagung lokal seperti jagung lokal Madura meskipun produktivitas jagung lokal lebih rendah 1,4 ton/Ha daripada jagung jenis lainnya 4-5 ton/Ha (Amzeri,2018). Usaha meningkatkan produksi jagung dalam kondisi sulit air dengan penambahan selenium dosis rendah, karena Selenium berefek memelihara struktur dan fungsi jaringan tanaman serta melindungi dari cekaman abiotik seperti kekeringan (Frankenberger and Sally, 1994). Kebutuhan benih jagung lokal bermutu yang produktivitasnya tinggi dengan preferensi petani mengandalkan benih jagung lokal perlu untuk dapat dijembatani dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas benih jagung lokal Madura melalui aplikasi Selenium. Jagung lokal Madura varietas Guluk-Guluk memiliki beberapa keunggulan yaitu toleran kekeringan, berumur genjah dan memiliki kelobot tebal untuk melindungi butiran jagung dari serangan hama (Suarni dan Yasin,2017). Tujuan penelitian ini yaitu menentukan konsentrasi selenium terbaik yang berpengaruh terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas benih jagung lokal varietas Guluk- Guluk. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor pemberian selenium dioxide (SeO2) pada tanaman jagung lokal varietas Guluk- Guluk diberikan dalam 8 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm, 30 ppm dan 35 ppm. Perlakuan SeO2 disusun dalam 4 blok sehingga didapatkan 32 unit percobaan. Pengaplikasian SeO2 sebanyak tiga kali pada 15 hari setelah tanam (HST), 30 HST dan 45 HST dengan foliar spray. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam (ANNOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Perlakuan yang pengaruhnya berbeda nyata diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf α = 5%. Aplikasi Selenium pada konsentrasi berbeda menunjukkan pengaruh nyata pada variabel berat biji bernas, berat benih pertanaman, jumlah benih per tongkol, bobot 100 butir, kadar air benih, indeks vigor, kecepatan tumbuh benih, dan bobot kering kecambah normal. Perlakuan konsentrasi 20-25 ppm dapat meningkatkan variabel jumlah benih pertongkol, bobot 100 butir, berat benih pertanaman, berat biji bernas hasil. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Selenium pada tanaman jagung tidak terlalu signifikan untuk mempengaruhi variabel kualitas benih. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Ir. Denna Eriani Munandar, M.P. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7674 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Jagung lokal varietas Guluk-Guluk | |
| dc.subject | Selenium | |
| dc.title | Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Benih Jagung (Zea mays L.) Varietas Lokal Guluk-Guluk melalui Aplikasi Selenium | |
| dc.type | Other |
