Karakteristik Fruit Leather Berbahan Pisang Mas Kirana (Musa acuminata) dan Stroberi (Fragaria x ananassa) pada Berbagai Rasio Persentase
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Pisang Mas Kirana (Musa acuminata) merupakan salah satu komoditas
unggulan Kabupaten Lumajang yang memiliki cita rasa manis dan kandungan
pektin yang berpotensi menghasilkan tekstur fruit leather yang baik, namun
memiliki umur simpan yang relatif pendek sehingga perlu diolah menjadi produk
bernilai tambah. Salah satu alternatif pengolahannya adalah fruit leather dengan
penambahan stroberi (Fragaria x ananassa) untuk meningkatkan warna, aroma
rasa dan kandungan vitamin C produk. Tujuan dilakukan penelitian yaitu
mengetahui pengaruh rasio puree pisang Mas Kirana dan stroberi terhadap
karakteristik fisik dan kimia fruit leather yang dihasilkan dan mengetahui rasio
puree pisang Mas Kirana dan stroberi yang tepat sehingga dihasilkan fruit leather
dengan karakteristik yang baik dan disukai.
Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktor tunggal. Penelitian ini terdiri atas 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan
masing-masing ulangan dianalisis secara duplo. Perbandingan pisang dan stroberi
yang digunakan yaitu rasio puree pisang 0% dan stroberi 100% (F1), rasio puree
pisang 20% dan stroberi 80% (F2), rasio puree pisang 30% dan stroberi 60% (F3),
rasio puree pisang 60% dan stroberi 40% (F4), rasio puree pisang 80% dan stroberi
20% (F5), rasio puree pisang 50% dan stroberi 50% (F6), dan rasio puree pisang
100% dan stroberi 0% (F7). Masing-masing perlakuan dilakukan pengujian fisik
(warna, kuat tarik, dan elongasi), kimia (kadar air dan vitamin C), organoleptik
(warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan), dan uji efektivitas untuk penentuan
perlakuan terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio puree pisang Mas Kirana dan
stroberi memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (warna
(kecerahan), kuat tarik, dan elongasi), karakteristik kimia (kadar air dan vitamin C),
serta tingkat penerimaan panelis pada atribut organoleptik (warna, aroma, tekstur,
dan keseluruhan), tetapi tidak berpengaruh nyata pada atribut organoleptik (rasa).
Fruit leather dengan perlakuan F2 (rasio puree pisang 20% dan stroberi 80% )
merupakan formulasi terbaik dengan nilai efektivitas 0,86. Perlakuan tersebut
menghasilkan fruit leather dengan karakteristik fisik yaitu warna (kecerahan)
sebesar 50,11, kuat tarik 0,06 N/mm2
, elongasi 17,89 %. Karakteristik kimia yaitu
kadar air sebesar 19,60% dan vitamin C 17,85 mg/g. Karakteristik organoleptik
yaitu warna 5,87 (agak suka), aroma 4,87 (netral), rasa 5,23 (agak suka), tesktur
5,30 (agak suka) dan keseluruhan 5,50 (agak suka).
Description
Validasi file repositori 31 Agustus 2026_Firli
