Pra-Rancangan Pabrik Biobutanol dari Molase Melalui Fermentasi Ekstraktif dengan Kapasitas 25.000 Ton/Tahun
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pabrik biobutanol menggunakan bahan baku utama molase dirancang
dengan kapasitas produksi 25.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari/tahun.
Pabrik ini berlokasi di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,
dengan luas lahan 4,5 hektar. Proses produksi biobutanol tersebut membutuhkan
molase sebanyak 58.008,85 ton/tahun. Proses produksi biobutanol terbagi menjadi
tiga tahap yaitu persiapan bahan baku, fermentasi, serta pemisahan dan pemurnian
produk. Tahap persiapan bahan baku dilakukan dengan memisahkan molase dari
pengotornya berupa lumpur dan SiO2 dengan filter press, kemudian molase
diencerkan sampai kandungan brix pada molase sebesar 40°Bx. Molase yang telah
diencerkan disterilisasi menggunakan tangki sterilisasi pada suhu 80oC. Tahap
fermentasi terbagi menjadi tiga proses, proses refresh di skala laboratorium untuk
memperbanyak bakteri Clostridium Saccharoperbutylacetonicum N1-4, proses
propagasi untuk mempermudah yeast beradaptasi dengan lingkungan, sehingga
dapat berkembang biak dan mengubah gula menjadi alkohol, dan terakhir proses
fermentasi ekstraktif menggunakan ekstraktan berupa oleil alkohol dan tributyrin.
Tahap pemisahan menggunakan filter press dan dekanter untuk memisahkan bakteri
serta media refresh dari cairan produk dan ekstraktan. Tahap pemurnian
menggunakan distilasi untuk memisahkan cairan yang mengandung aseton dan
butanol dengan ekstraktan. Campuran aseton dan butanol diproses kembali di unit
distilasi untuk pemisahan lebih lanjut sampai kadarnya 99,5%. Berdasarkan analisa
ekonomi, pabrik biobutanol ini layak didirikan dengan berbagai pertimbangan,
termasuk Annual Cash Flow (ACF) sebesar Rp889.461.515.027, Pay Out Time
(POT) selama 3,1 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 44,8%.
Description
Reupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
