Pendapatan Tenaga Kerja Informal Di Jawa Timur: Pendekatan Regresi Logistik Biner
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, masa kerja, dan jam kerja
terhadap pendapatan pekerja informal di Provinsi Jawa Timur, dilatarbelakangi oleh
tingginya proporsi pekerja informal di wilayah ini yang mencapai 61,73 persen dari
total penduduk bekerja berdasarkan data SAKERNAS Februari 2025, dengan sebagian
besar masih berpendapatan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), yang
mengindikasikan adanya persoalan struktural dalam distribusi pendapatan yang perlu
dikaji lebih dalam dari sisi karakteristik individu pekerjanya. Menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan model regresi logistik biner untuk memperkirakan
peluang pekerja informal memperoleh pendapatan setara atau di atas UMP, penelitian
ini mengolah data mikro SAKERNAS Februari 2025 dengan 381 responden pekerja
informal di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan, di mana semakin tinggi
jenjang pendidikan yang ditamatkan, semakin besar peluang pekerja memperoleh
pendapatan layak, sejalan dengan Teori Modal Manusia Becker (1964); masa kerja juga
berpengaruh positif dan signifikan, mencerminkan bertambahnya keterampilan seiring
pengalaman kerja (learning by doing), meskipun peningkatan peluangnya relatif kecil
untuk setiap tambahan satu tahun masa kerja; sebaliknya, jam kerja tidak terbukti
berpengaruh signifikan terhadap peluang memperoleh pendapatan layak. Temuan ini
sejalan dengan teori segmentasi sektor informal Fields (1990) dan hukum hasil yang
semakin menurun (diminishing marginal productivity) Clark (1899), yang menjelaskan
bahwa sektor informal sangat beragam dari segi produktivitas per jam kerja, sehingga
lamanya waktu bekerja saja tidak cukup menjelaskan perbedaan pendapatan
antarpekerja informal.
Description
Finalisasi 29 Juli 2026 Rudi H
