Gambaran Diagnosis Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Dirawat Inap di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan kondisi serius yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi atau fungsi insulin. Pasien diabetes ini memiliki risiko lebih tinggi untuk dirawat inap akibat komplikasi, kadar HbA1c yang tidak normal, atau keluhan utama yang mengganggu. Selain itu, Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah jenis diabetes yang paling umum terjadi. Pravelansi DMT2 mengalami peningkatan di setiap tahunya. Hal ini menjadi tantangan bagi perawat dalam memastikan manajemen perawatan yang optimal. Salah satu aspek penting adalah penegakan diagnosis keperawatan, yang berperan dalam menentukan intervensi yang tepat guna membantu pasien mencapai kondisi kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran diagnosis keperawatan pasien diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) yang dirawat inap di RSD Dr. Soebandi Jember.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien DMT2 yang dirawat inap di RSD Dr. Soebandi Jember dengan diagnosis primer DMT2 pada tahun 2022 hingga bulan September 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 102 pasien. Pengumpulan data dilakukan di ruang rekam medis RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan pendekatan deskriptif statistik. Data yang terkumpul berupa masalah keperawatan serta tanda dan gejala masalah keperawatan dianalisis dan dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi dengan ukuran persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kode ICD-10 yang muncul dalam rekam medis pasien, yaitu E11.1 (2%), E11.5 (68,6%) dan E11.9 (29%). Penegakan diagosis keperawatan aktual dengan tanda mayor yang kurang dari 80% - 100% (60,4%) dan memenuhi 80% - 100% (39,6%). Diagnosis keperawatan dengan prevalensi tertinggi adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah (97,1%), dengan gejala utama kadar glukosa darah tinggi (100%) dan lelah atau lesu (78,8%). Diagnosis kedua adalah nyeri akut (76,5%), dengan keluhan nyeri sebagai gejala utama (100%). Intoleransi aktivitas ditemukan pada (32,4%), dengan gejala kelelahan 100%. Gangguan integritas kulit atau jaringan ditemukan pada (23,5%), dengan tanda gejala adanya luka (100%). Diagnosis keperawatan dengan prevalensi rendah adalah distress spiritual (1%).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa diagnosis keperawatan yang paling sering ditemukan pada pasien DMT2 meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan gangguan integritas kulit atau jaringan. Masalah-masalah ini menekankan pentingnya prioritas dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi keperawatan. Tanda dan gejala yang mendukung diagnosis tersebut menjadi panduan penting bagi perawat dalam memberikan perawatan yang efektif. Dengan adanya tanda dan gejala yang muncul dalam masalah keperawatan tersebut di harapkan perawat dapat memberikan intervensi yang tepat sehingga masalah kesehatan pada pasien dapat segera teratasi.
Description
Reupload file repositori 09 Mar 2026_Maya
