Implementasi Tiup Balon pada Pasien PPOK dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Ika Marchelia | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T08:56:26Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-20 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_09 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) merupakan penyakit paru kronik yang ditunjukkan oleh hambatan aliran udara di saluran pernapasan yang menyempit karena inflamasi kronis pada paru-paru. Gejala yang muncul adalah sesak napas dan rasa lelah berlebihan saat beraktivitas akibat kelemahan otot-otot inspirasi sehingga menyebabkan terjadinya masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Salah satu intervensi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola napas tidak efektif adalah dukungan ventilasi dengan teknik tiup balon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi tiup balon pada pasien PPOK dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien PPOK derajat sedang, Tn. S usia 63 tahun, composmentis, mengalami masalah keperawatan pola napas tidak efektif, dan bersedia menjadi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tn. S memenuhi 100% gejala dan tanda mayor pola napas tidak efektif yang meliputi dispnea, penggunaan otot bantu napas, fase ekspirasi memanjang, dan pola napas abnormal. Implementasi tiup balon pada Tn. S dilakukan selama 3 hari berturut-turut, 1 kali sehari setiap pagi, berdurasi 15 menit. Setelah implementasi pola napas Tn. S membaik ditandai dengan tidak adanya keluhan sesak/dispnea, penggunaan otot bantu napas menurun, pemanjangan fase ekspirasi menurun, frekuensi napas membaik (21x/menit), dan kedalaman napas cukup membaik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi tiup balon efektif dalam memperbaiki pola napas pada pasien PPOK. Dari hasil penelitian ini diharapkan pasien dan keluarga pasien bisa melakukan implementasi tiup balon secara mandiri di rumah untuk mengurangi keluhan sesak dan memperbaiki pola napas pada pasien PPOK. Bagi perawat diharapkan untuk melakukan implementasi tiup balon sebagai intervensi yang bisa membantu memperbaiki pola napas pada pasien PPOK. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian tentang teknik tiup balon dengan frekuensi 2 kali sehari untuk memperbaiki pola napas pasien PPOK dengan lebih optimal. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Mashuri, S.Kep., Ners, M.Kep. DPA : Dr. Ns. Suhari, A.Per.Pen., MM. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10913 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | PPOK | |
| dc.subject | Tiup balon | |
| dc.subject | Pola napas tidak efektif | |
| dc.title | Implementasi Tiup Balon pada Pasien PPOK dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
