Kepuasan Kerja sebagai Mediator dalam Hubungan Perceived Organizational Support dengan Safety Performance Pekerja PT. A

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kurangnya kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan dan partisipasi dalam program keselamatan menyebabkan rendahnya safety performance pada pekerja bidang produksi PT. A. Meskipun perusahaan telah menyediakan fasilitas keselamatan yang memadai, namun hal ini belum cukup untuk meningkatkan kinerja keselamatan atau safety performance. Faktor non-teknis, seperti Perceived Organizational Support (POS) memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja dan mendorong pekerja untuk berpartisipasi dalam keselamatan kerja. Hasil studi pendahuluan menyebutkan rendahnya safety performance pada PT. A tercermin melalui seringnya terjadi kecelakaan kerja minor berupa tersayat cutter dalam bekerja. Rendahnya safety performance berkaitan dengan rendahnya persepsi pekerja terhadap dukungan organisasi. Penelitian ini penting dilakukan untuk melihat pentingnya faktor non-teknis dalam meningkatkan keselataman dan kesehatan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian mediasi yang dilaksanakan di pabrik plywood PT. A yang dimulai bulan Desember 2025 hingga Februari 2026. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu POS, safety performannce, dan kepuasan kerja. Responden yang digunakan dalam penelitian ini ialah pekerja bidang produksi yang berinteraksi langsung dengan alat berat serta bahan kimia yang digunakan. Data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalaui penyebaran kuesioner kepada 155 pekerja bidang produksi dan data sekunder diperolah dari perusahaan mengenai riwayat kecelakaan kerja. Hasil penelitian diolah dan dianalisis menggunakan software statistik berupa SMART-PLS kemudian disajikan dalam bentuk tabel, gambar, dan narasi. vii Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat safety performance yaitu 40% dengan kategori rendah. Tingkat perceived organizational support memiliki rata rata 60% dengan kategori sedang. Tingkat kepuasan kerja memiliki rata-rata 52% dengan kategori kurang puas. Kemudian, perceived organizational support dengan kepuasan kerja memiliki hubungan positif dan menghasilkan P-Value sebesar 0,000. Kepuasan kerja dengan safety performance memiliki hubungan positif dan menghasilkan nilai P-Value sebesar 0,000. Perceived organizational support dengan safety performance memiliki hubungan positif dan menghasilkan nilai P-Value sebesar 0,001. Kepuasan kerja memediasi hubungan perceived organizational support dengan safety performance dan menghasilkan nilai P-Value sebesar 0,000 Sehingga semua hipotesis dalam penelitian diterima. Saran yang dapat diberikan diantaranya pengadaan divisi dan ahli K3 yang memadai untuk melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap kegiatan produksi. Kemudian melakukan peningkatan pelatihan keselamatan yang lebih intensif dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di tempat kerja. Memberikan penghargaan dan dukungan terhadap capaian kinerja bagi pekerja yang menunjukkan perilaku aman dan konsisten dalam mewujudkan keselamatan di tempat kerja. Selain itu juga melakukan penguatan komunikasi antara pimpinan dan pekerja terkait masalah keselamatan melalui berbagai forum. Menciptakan lingkungan kerja dan budaya kerja yang mendukung dan mendorong pekerja dalam aktif berperan menjaga keselamatan. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan metode observasi kedalam penelitian, sehingga penelitian tidak hanya bersifat subjektif, namun menyeluruh. Kemudian juga enganalisis faktor lain yang berhubungan dengan safety performance baik faktor teknis maupun faktor non-teknis.

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By