Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Jalan Tol (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi Paket 3b)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3B berada pada area dengan kondisi tanah lunak yang berpotensi menimbulkan penurunan berlebih, kerusakan timbunan, dan pembengkakan biaya apabila metode perbaikannya tidak direncanakan secara tepat. Oleh karena itu diperlukan evaluasi untuk menentukan alternatif perbaikan yang memberikan nilai terbaik secara teknis dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode Value Engineering (VE) untuk membandingkan tiga alternatif, yaitu A0 (preloading dengan PVD dan PHD), A1 (cerucuk dan matras bambu), dan A2 (timbunan geofoam). Analisis meliputi tahapan VE, perhitungan Life Cycle Cost (LCC), serta penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil LCC menunjukkan bahwa A0 memiliki biaya siklus hidup paling rendah. Namun hasil sintesa AHP menempatkan A2 sebagai alternatif dengan nilai prioritas tertinggi karena A2 memperoleh skor tertinggi pada kriteria utama yang memiliki bobot terbesar dalam AHP, yaitu kekuatan, keawetan, dan kemudahan pelaksanaan. Kinerja geofoam yang mampu mengurangi beban timbunan, memperkecil penurunan, serta meminimalkan risiko kerusakan jangka panjang membuatnya unggul pada kriteria tersebut. Dengan demikian, meskipun biaya siklus hidupnya lebih tinggi, A2 direkomendasikan sebagai alternatif bernilai terbaik berdasarkan hasil AHP.

Description

Reuploud Repository hasyim Juni 2026; Finalisasi oleh Agus 17 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By