Implementasi Keperawatan Lansia Senam Ergonomik dengan Masalah Keperawatan Nyeri Kronis pada Gout Arthritis di Griya Lansia Gerbang Mas

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Lansia pada umumnya mengalami penurunan fungsi muskuloskeletal seperti Gout Arthritis. Gout arthritis disebut juga asam urat merupakan gangguan metabolisme purin, menyebabkan peradangan akut dengan gejala nyeri apabila terjadi serangan sinovitis akut berulang hiperurisemia mengakibatkan kondisi ini akan berlanjut pada tahap kronis, nyeri kronis merupakan kerusakan yang berkaitan dengan jaringan aktual atau fungsional dengan rangsangan mendadak ataupun perlahan dengan intensitas ringan hingga berat yang dialami lebih dari 3 bulan. Hal ini akan berdampak pada kerusakan sendi permanen seperti mobilitas sendi yang terbatas, deformitas sendi, dan ketidakmampuan menuntaskan aktivitas. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya intervensi yang dapat diterapkan seperti senam ergonomik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi senam ergonomik pada pasien nyeri kronis penderita gout arthritis di Griya Lansia Gerbang Mas. Desain penelitian yang digunakan yaitu berbentuk studi kasus pada lansia (Ny. S) berusia 82 tahun berjenis kelamin perempuan di Griya lansia Gerbang Mas. Ny. S memenuhi kriteria inklusi penderita Gout arthritis pada penelitian ini. Pengumpulan data dilaksankaan selama 14 hari pada bulan Maret 2025 menggunkan metode wawancara, observasi, serta pemeriksaan kadar asam urat. Instrument yang digunakan yaitu format asuhan keperawatan gerontik, NRS, GCU, SOP. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses penyuntingan data dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ini, Ny. S mengalami Gout Arthritis selama bertahun-tahun, mengeluh nyeri pada bagian sendi lutut, siku, serta pergelangan kanan dan kiri. Hal tersebut disebabkan oleh pola makan yang kurang selektif dan kurang memperhatikan pola diet. Intervensi yang diterapkan berupa manajemen nyeri terapi nonfarmakologis senam ergonomik selama 4 kali kunjungan dalam 2 pekan dengan durasi ±15-20 menit perimplementasi untuk menurunkan skala nyeri yang dialami oleh Ny. S. Hasil evaluasi intensitas nyeri pada Ny. S mengalami penurunan dari skala 6 pada pertemuan pertama, menjadi skala 2 pada pertemuan keempat. Diharapkan senam ergonomik dilaksankaan secara rutin dan bertahap agar mendapatkan hasil yang lebih efekif disertai musik relaksasi bervariasi untuk membangun semangat dan suasana pasien.

Description

Reupload file repositori 5 Februari 2026_Yudi

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By