Pengembangan LKPD Berbasis Scaffolding Untuk Meningkatkan Kemampuan Scientific Reasoning Dalam Pembelajaran IPA di SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang diperoleh melalui
pengumpulan data, eksperimen, dan pengamatan mengenai fenomena alam di
sekitar. Pada pembelajaran IPA, siswa dituntut lebih aktif dalam menyelesaikan
suatu permasalahan dan disertai dengan pemahaman konsep yang baik. Namun
tidak hanya menekankan pada pemahaman teori dan konsep, tetapi juga pada proses
penemuan dan observasi langsung. Salah satu kemampuan yang dapat mendukung
pemahaman konsep dalam pembelajaran IPA dan berperan penting untuk
meningkatkan kompetensi siswa yaitu kemampuan scientific reasoning atau
kemampuan berpikir secara sistematis dan logis melalui metode ilmiah. Menurut
penelitian sebelumnya oleh Sari dkk. (2019), kemampuan penalaran ilmiah peserta
didik sangat rendah, begitu pula Antika dkk. (2022) dan Wulandari dkk. (2024) juga
melakukan penelitian terkait kemampuan scientific reasoning dimana hasil N-gain
keduanya masuk dalam kategori sedang.
Penggunaan bahan ajar yang tepat menjadi komponen penting dalam
mendukung kemampuan scientific reasoning. LKPD yang merupakan bagian dari
bahan ajar, dapat membantu siswa mewujudkan konsep atau gagasan dari
permasalahan yang ada karena dapat melatih siswa untuk terlibat langsung secara
aktif disertai dengan proses berfikir. Penggunaan LKPD saja kurang maksimal
dalam meningkatkan kemampuan scientific reasoning. Oleh karena itu, perlu
menggunakan bantuan scaffolding untuk dapat meningkatkan kemampuan
scientific reasoning siswa LKPD berbasis scaffolding menjadi salah satu cara untuk
melatih siswa berfikir dan bernalar melalui petunjuk sesuai dengan tahapan yang
terstruktur.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan
menggunakan model ADDIE. Produk yang dikembangkan berupa LKPD berbasis
scaffolding untuk meningkatkan kemampuan scientific reasoning. Tujuan
dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan
efektivitas produk yang dikembangkan. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji
validitas dengan instrumen berupa lembar validasi, uji kepraktisan dengan
instrumen berupa lembar keterlaksanaan, serta uji efektivitas dengan instrumen
berupa tes dan angket respon siswa. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum
dan setelah menggunakan produk.
Uji validitas pengembangan LKPD berbasis scaffolding yang telah dinilai
oleh 3 validator, masuk dalam kategori sangat valid dengan persentase sebesar 94%
sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Uji kepraktisan pengembangan
LKPD berbasis scaffolding berdasarkan penilaian observer, masuk dalam kategori
sangat praktis dengan persentase sebesar 95% sehingga penggunaan LKPD
berbasis scaffolding dalam pembelajaran IPA dapat berjalan baik. Uji efektivitas
pengembangan LKPD berbasis scaffolding dengan subyek penelitian sebanyak 36
siswa, masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai N-gain sebesar 0,6
berdasarkan hasil nilai pretest dan posttest. Serta masuk dalam kategori sangat baik
dengan persentase 98% berdarkan analisis angket respon siswa yang dilakukan
setelah menggunakan LKPD, artinya LKPD berbasis scaffolding efektif digunakan
dalam pembelajaran IPA.
Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu LKPD berbasis
scaffolding untuk meningkatkan kemampuan scientific reasoning siswa pada materi
ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia dapat dikatakan valid, praktis, dan
efektif berdasarkan analisis dan pengujian yang telah dilakukan. Oleh karena itu,
LKPD berbasis scaffolding dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam
pembelajaran IPA di SMP pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati
Indonesia untuk menmbantu meningkatkan kemampuan scientific reasoning siswa.
Description
Reupload Repositori File 28 Januari 2026_Kholif Basri
