Perbedaan Besar Kebocoran Tepi Pit and Fissure Sealant pada Proses Pengeringan Etsa Asam dengan Air Compressor dan Oksigen Murni
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Karies merupakan salah satu penyakit gigi yang sering timbul di masyarakat.
Permukaan oklusal gigi merupakan daerah yang rentan terserang karies. Frekwensi
karies yang tinggi pada permukaan oklusal karena adanya pit dan fissure gigi.
Aplikasi pit and fissure sealant merupakan perawatan kedokteran gigi untuk
mencegah karies pada permukaan oklusal gigi. Kebcrhasilan pit and fissure sealant
akan bertambah besar jika email dietsa lebih dulu dengan menggunakan asam.
Keberhasilan proses pengeringan etsa asam selain dipengaruhi oleh kontaminasi
minyak juga disebabkan oleh kontaminasi air melalui pipa udara. Pengeringan etsa
asam dapat dilakukan dengan air compressor dan oksigen murni. Udara yang dihisap
dan dimampatkan dalam air compressor mengandung uap air dalam jumlah besar.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan besar kebocoran tepi pit and
fissure sealant pada proses pengeringan ctsa asam dengan air compressor dan
oksigen murni. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 22 gigi insisif dibagi 2 kelompok,
tiap kelompok 11 buah. Sampel dipotong pada bagian servikalnya. Sampel ditempeli
isolasi dengan ukuran 5 mm x 5 mm pada bagian labialnya. Seluruh bagian sampel
dicat dengan cat kuku, termasuk yang ditempeli isolasi. Setelah kering, isolasi yang
menempel pada bagian labial dilepas. Seluruh bagian yang terulasi cat kuku, dilapisi
dengan malam perckat. Sampel dilakukan aplikasi pit and fissure sealant. Pada proses
pengeringan etsa asam, kelompok I dikeringkan dengan air compressor dan
kelompok II dikeringkan dengan oksigen murni. Setelah aplikasi pit and fissure
sealant, masing-masing kelompok sampel dimasukkan kedalam dua tabung beker
yang berbeda yang masing-masing berisi 30 ml methylene blue 2% selama 24 jam
pada temperatur 37 C. Kemudian methylene blue 2% dengan sampel dipisahkan,
sampel tetap berada di masing-masing tabung beker. Setelah itu kedua tabung beker
yang berisi sampel dimasukkan dalam inkubator pada suhu 60 C selama 1 menit,
kemudian dipindahkan dalam lemari es pada suhu 5 C selama 1 menit, diulang
selama 10X. Sampel dikeluarkan dari tabung beker dan dicuci dibawah air mengalir
sampai bersih. Kemudian sampel dibuat preparat gosok. Setelah itu sampel dilakukan
pcngukuran besar kebocoran tepi dengan mengukur penctrasi methylene blue 2%.
Data dianalisa dengan uji independen-t.
Analisis hasil penelitian dengan menggunakan uji independent-t menunjukkan
terdapat perbedaan bermakna besar kebocoran tepi pit and fissure sealant pada proses
pengeringan etsa asam dengan menggunakan air compressor dan oksigen murni.
Nilai rerata luas kebocoran tepi pada pengeringan menggunakan air compressor sebesar 5.20 mm2 dan pengeringan menggunakan oksigen murni sebesar 3.30 mm2
(lihat hal 27). Nilai rerata kedalaman kebocoran tepi pada pengeringan menggunakan
air compressor sebesar 3.78 mm dan pengeringan menggunakan oksigen murni
sebesar 2.42 mm (lihat hal 28).
Kesimpulan dari hasil penelitian ini, bahwa besar kebocoran tepi pit and
fissure sealant pada proses pengeringan etsa asam dengan oksigen murni lebih kecil
dibanding proses pengeringan etsa asam dengan air compressor.
Description
Reupload file repository 7 April 2026_Rudy/Halima
