Karakteristik Padatan dan Kelarutan Kokristal Ketoprofen-Asam Tartrat-Natrium klorida (NaCl)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Ketoprofen merupakan obat antiinflamasi non steroid (AINS) turunan asam
propionat dengan efek analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik, efek tersebut
berasal dari penghambatan siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-2
(COX 2) secara non-selektif yang dihasilkan dalam inhibisi sintesis prostaglandin.
Ketoprofen termasuk dalam BCS kelas II yang mempunyai permeabilitas tinggi dan
memiliki kelarutan yang rendah. Oleh karena itu modifikasi sifat kelarutan
ketoprofen diperlukan dalam rangka peningkatan efek terapeutik dan
bioavaibilitasnya.
Modifikasi yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan ketoprofen
adalah modifikasi kokristal. Kokristal merupakan sistem multikomponen yang
mengandung dua komponen molekul atau lebih dengan rasio stoikiometri dalam
satu kisi kristal yang sama. Kelebihan metode ini adalah dapat peningkatan laju
disolusi, kelarutan dan sifat fisikokima dari bahan obat tanpa mempengaruhi sifat
farmakologisnya. Metode penguapan pelarut adalah metode pembentukan kokristal
dengan cara bahan aktif dan kofomernya dengan rasio stoikiometri dilarutkan pada
suatu pelarut kemudian, diuapakan pada suhu 25o C hingga membentuk padatan
baru.
Koformer adalah suatu bahan yang digunakan dalam membentuk kokristal
yang digabungkan dengan bahan aktif farmasi melalui ikatan hidrogen, dan
interaksi intermolekuler. Pemilihan koformer yang tepat untuk pembentukan
kokristal antara lain: Aman dan telah disetujui sebagai bahan eksipien yang
termasuk dalam GRAS (Generally Recognized As Safe), mudah larut dalam air,
dapat meningkatkan kelarutan, dapat berikatan secara nonkovalen, contohnya
ikatan hidrogen Pada penelitian ini menggunakan koformer asam tartrat dan
natrium klorida (NaCl)
Hasil penelitian sifat dan karakteristik kokristal ketoprofen-asam tartratnatrium
klorida (NaCl) menunjukkan bahwa sampel membentuk padatan baru,
yaitu kokristal. Kesimpulan terbentuknya kokristal diperkuat dengan adanya bukti
hasil karakterisasi FTIR, DSC, PXRD, dan SEM. Pada spektra FTIR terjadi
pergeseran pada regangan C=O asam tartrat dengan O-H ketoprofen sehingga
terdapat interaksi ikatan hidrogen. Pada hasil termogram menunjukkan titik lebur
dan entalpi peleburan berbeda dengan penyusunannya adalah 79,9ºC dengan nilai
entalpi 23,548 J/g. hasil difratogram menunjukkan terlihat dua puncak baru, yaitu
25,85º dan 31,51º. Hasil SEM menunjukkan morfologi sampel kokristal
ketoprofen-asam tartrat-NaCl berbentuk tidak beraturan (Irregular) dengan
permukaan kasar dan ukuran lebih kecil dari komponen awal. Hasil pengujian
kelarutan dan uji disolusi kokristal ketoprofen-asam tartrat menunjukkan berbeda
signifikan (p<0,05) dengan ketoprofen murni
Description
Reupload file repository 22 Januari 2026_Ratna
