Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Bawang Merah Terhadap Histomorfometri Jejunum Tikus Wistar Pada Uji Toksisitas Subkronis

dc.contributor.authorRisma Mayfa Anggraini
dc.date.accessioned2026-08-26T05:03:51Z
dc.date.issued2026-07-23
dc.descriptionFinalisasi Agustus 2026 Rudi H
dc.description.abstractKulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung senyawa quercetin, flavonoid, dan fenolik dengan aktivitas antioksidan. Namun, paparan berulang terhadap quercetin dosis tinggi dapat menghasilkan efek prooksidan dan berpotensi mengubah mukosa usus. Oleh karena itu, keamanan ekstrak kulit bawang merah setelah pemberian oral berulang memerlukan evaluasi, khususnya di jejunum sebagai tempat penyerapan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas subkronik ekstrak kulit bawang merah terhadap histomorfometri jejunum tikus Wistar berdasarkan tinggi vili, kedalaman ruang bawah tanah, dan rasio tinggi vili terhadap kedalaman ruang bawah tanah. Penelitian true eksperimental ini menggunakan desain post-test-only control group design yang melibatkan 24 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol mendapat dimetil sulfoksida, sedangkan kelompok perlakuan mendapat ekstrak kulit bawang merah secara oral dengan dosis 731, 1462, atau 2924 mg/kg berat badan selama 28 hari berturut-turut. Analisis kromatografi cair kinerja tinggi menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung sekitar 130 mg quercetin per gram ekstrak kering. Pada hari ke 29, jaringan jejunum dikumpulkan, diproses, dan diwarnai dengan hematoksilin-eosin untuk pemeriksaan histomorfometri. Tidak ada perbedaan signifikan dalam tinggi vili yang diamati antar kelompok (p = 0,989). Perbedaan signifikan ditemukan pada kedalaman ruang bawah tanah (p = 0,004) dan rasio tinggi vili terhadap kedalaman ruang bawah tanah (p = 0,014). Kedalaman ruang bawah tanah secara signifikan lebih besar pada kelompok berat badan 1462 dan 2924 mg/kg dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan kelompok berat badan 2924 mg/kg memiliki rasio tinggi vili terhadap kedalaman ruang bawah tanah yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Meskipun parameter-parameter ini berbeda secara signifikan, perubahan tersebut dianggap tidak cukup untuk menunjukkan toksisitas dalam lingkup parameter histomorfometri yang dievaluasi. Kesimpulannya, pemberian ekstrak kulit bawang merah secara subkronis selama 28 hari dengan dosis sampai dengan 2924 mg/kg berat badan tidak menunjukkan efek toksik terhadap histomorfometri jejunal tikus Wistar.
dc.description.sponsorshipDr. dr.Dina Helianti, M.Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14414
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectEkstrak Kulit Bawang Merah
dc.subjectHistomorfometri Jejunum
dc.subjectTikus Wistar
dc.subjectToksisitas Subkronis
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Bawang Merah Terhadap Histomorfometri Jejunum Tikus Wistar Pada Uji Toksisitas Subkronis
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222010101062 - RISMA MAYFA ANGGRAINI - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
1.1 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222010101062 - RISMA MAYFA ANGGRAINI - BAB 1.pdf
Size:
483.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222010101062 - RISMA MAYFA ANGGRAINI - BAB 2.pdf
Size:
968.12 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222010101062 - RISMA MAYFA ANGGRAINI - BAB 3.pdf
Size:
839.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222010101062 - RISMA MAYFA ANGGRAINI - BAB 4.pdf
Size:
1.02 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: