Analisis Korelasi dan Komparasi Bobot Badan dengan Panjang Badan, Tinggi Badan dan Lingkar Dada pada Kambing Senduro Jantan dan Betina
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kambing Senduro merupakan salah satu sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang memiliki potensi sebagai ternak dwiguna, yaitu penghasil daging dan susu. Bobot badan merupakan indikator penting dalam menentukan performa pertumbuhan, produktivitas, kebutuhan pakan, dosis obat, dan nilai ekonomi ternak. Namun, keterbatasan kepemilikan timbangan pada peternak menyebabkan penentuan bobot badan sering dilakukan berdasarkan perkiraan sehingga diperlukan metode pendugaan bobot badan melalui pengukuran morfometrik tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi bobot badan dengan panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada pada kambing Senduro jantan dan betina serta menganalisis komparasi ukuran tubuh berdasarkan jenis kelamin. Penelitian dilaksanakan di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Terdapat 52 ekor kambing Senduro jantan dan 226 ekor kambing Senduro betina yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Variabel yang diamati meliputi bobot badan, panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada. Tahapan analisis meliputi uji normalitas, uji korelasi Spearman, serta uji Mann–Whitney. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan kambing Senduro jantan terdapat korelasi positif antara bobot badan dengan panjang badan (r = 0,848; sangat kuat), tinggi badan (r = 0,293; rendah), dan lingkar dada (r = 0,693; kuat). Pada kambing Senduro betina, bobot badan memiliki korelasi sangat kuat dengan panjang badan (r = 0,832) dan lingkar dada (r = 0,837), sedangkan korelasi dengan tinggi badan sangat rendah dan tidak signifikan (r = 0,056; p > 0,05). Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa bobot badan, panjang badan, dan tinggi badan berbeda nyata antara kambing Senduro jantan dan betina (p < 0,05), sedangkan lingkar dada tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p > 0,05). Disimpulkan bahwa panjang badan dan lingkar dada merupakan parameter morfometrik terbaik untuk menduga bobot badan kambing Senduro, sedangkan tinggi badan memiliki hubungan yang relatif lemah, terutama pada kambing betina.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 September 07
