Konstruksi Pengetahuan Mitigasi Bencana Banjir Rob Masyarakat Pesisir Pantai Payangan Dusun Watu Ulo Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Diana Oktavinda | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-10T07:46:53Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-14 | |
| dc.description | Reupload file repository 10 Februari 2026_Arif/Halima | |
| dc.description.abstract | Secara geografis dan geologis, Indonesia menjadi negara yang rawan akan bencana alam dimana hampir seluruh wilayahnya memiliki kerentanan akan bencana seperti tanah longsor, gunung meletus, banjir dan bencana alam lainnya. Begitu juga Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu yang merupakan dusun seringkali terdampak banjir rob terutama daerah pesisir Pantai Payangan. Idealnya tentunya masyarakat memilih untuk tinggal di daerah yang lebih aman dari ancaman bencana, akan tetapi hal tersebut berbeda dengan Masyarakat pesisir Pantai Payangan Dusun watu Ulo, mereka memilih untuk tetap bertahan dan tinggal di daerah yang rawan bencana banjir dengan melakukan upaya untuk mencegah kerugian akibat bencana banjir rob seperti membuat tangkis dari karung berisi pasir dan melakukan penanaman bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konstruksi pengetahuan mitigasi bencana banjir rob masyarakat pesisir Pantai Payangan. Lokasi dipilih karena Dusun Watu Ulo menjadi dusun yang sering terdampak banjir rob dan masyarakat tetap bertahan dengan membentuk pengetahuan mitigasi terhadap banjir rob. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman dan penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Pantai Payangan mengkonstruksi pengetahuan mitigasi bencana banjir rob melalui tiga proses simultan yakni eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Pada proses eksternalisasi masyarakat pesisir Pantai Payangan memiliki pengetahuan dasar mitigasi bencana banjir rob yang mereka dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi melalui interaksi dengan lingkungan, media massa dan sosialisasi kebencanaan. Melalui pengetahuan awal yang telah dimiliki, masyarakat pesisir Pantai Payangankemudian mengikuti kegiatan dalam DESTANA berupa sosialisasi, pelatihan dan simulasi bencana dan kegiatan KUB Lumba-Lumba berupa penanaman dan pengelolaan bakau sebagai bentuk objektif dari eksternalisasi yang telah dilakukan. Selanjutnya, internalisasi terjadi dalam masyarakat pesisir yang ditandai dengan menguatnya kesadaran masyarakat dan pola pikir mereka mengenai pentingnya mitigasi bencana dengan meningkatnya kepedulian dan melakukan tindakan mitigasi dengan membuat tangkis laut dari karung berisi pasir dan menanam serta merawat bakau. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Drs. Joko Mulyono, M.Si DPA: Jati Arifiyanti, S.Sosio., M.A | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2675 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Konstruksi sosial | |
| dc.subject | Mitigasi Bencana | |
| dc.subject | Banjir Rob | |
| dc.title | Konstruksi Pengetahuan Mitigasi Bencana Banjir Rob Masyarakat Pesisir Pantai Payangan Dusun Watu Ulo Kabupaten Jember | |
| dc.title.alternative | Construction of Knowledge on Tidal Flood Disaster Mitigation For Payangan Coastal Communities Jember District | |
| dc.type | Other |
