Kepribadian Tokoh Wanita dalam Novel Kupu-Kupu Malam Karya Achmad Munif: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh ketidakadilan sosial terhadap perempuan
dan pengaruhnya terhadap kehidupan dan perilaku individu perempuan dalam
masyarakat. Keempat tokoh yang yaitu Sarti, Rum, Nurima, dan Ning Sri
Fenomena psikis menggambarkan konflik antara pemikiran alam bawah sadar dan
tingkah laku kepribadian. Pemikiran alam bawah sadar seringkali bertentangan
dengan nilai-nilai moral yang telah ditetapkan di dalam masyarakat.
Kajian ini bertujuan untuk mengungkap keterkaitan antarunsur struktural
dan psikologi yang mencakup struktur kepribadian dan dinamika kepribadian.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek material adalah novel
Kupu-Kupu Malam karya Achmad Munif. Objek formal dalam penelitian ini adalah
keterkaitan antarunsur struktural dan aspek psikologi kepribadian yang dibahas
dengan teori struktural dan teori psikologi kepribadian oleh Sigmund Freud.
Hasil analisis struktural menunjukkan keterkaitan antarunsur struktural
tema, penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar. Tema mayor dalam novel
yaitu perjuangan seorang perempuan untuk keluar dari dunia prostitusi. Tema
mayor memiliki keterkaitan dengan tokoh utama, Sarti. Tema minor mendukung
adanya tema mayor dalam novel ini yaitu peran perempuan untuk mempertahankan
harga diri, perilaku kekerasan yang dialami perempuan, pernikahan membuat
menderita dan terluka. Tema minor masing-masing memiliki keterkaitan dengan
tokoh tambahan Nurima, Rum, dan Ning Sri. Konflik dialami para tokoh berupa
konflik fisik dan konflik batin. Konflik fisik terdiri atas konflik antara manusia dan
manusia yang terjadi pada tokoh Nurima dan Gandon, Rum dan Kurdi, Rum dan
Han, Sarti dan Pak Lurah, Sarti dan Kang Bondet. Konflik antara manusia dan
masyarat terjadi pada tokoh Sarti dan masyakarat desa Kedungdoro. Konflik batin
terdiri atas konflik antara seseorang dan kata hatinya yang terjadi pada tokoh Sarti
dan Rum. Latar menunjukkan tiga aspek yang mencakup latar tempat yaitu Trenggalek,
Yogyakarta, Kedungdoro, Indramayu. Latar waktu yaitu masa Orde
Baru pada zaman presiden Soeharto dan Masa Kini terjadi setelah 30 tahun
kemudian berlalu. Masa Orde Baru masyakarat masih menggunakan susuk..
Kebanyakan masyarakat yang memakai susuk adalah perempuan. Latar sosial
dalam novel ada dua yaitu tradisi di masyakarat dan kehidupan di desa. Tradisi di
masyakarat Kedungdoro berupa tradisi ludruk, perjodohan, dan susuk. Kehidupan
di desa berupa masyakarat yang tidak menyukai kedatangan Sarti ke desanya
kembali. Unsur-unsur instrinsik menunjukkan bahwa antara satu unsur dengan
unsur lain mempunyai korelasi yang saling berhubungan.
Description
Entry oleh Arif 2026 Maret 05
