Distribusi Risiko Masyarakat Kawasan Industri Desa Munungkerep, Kabupaten Jombang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik
Abstract
Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah industri, pertambangan, energi. Ketetapan tersebut terdapat dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2021 pasal 29. Melalui peraturan tersebut telah banyak berdiri dan beroperasi pabrik-pabrik industri di Kecamatan Kabuh dan sekitarnya. Pembangunan kawasan lebih lanjut, salah satunya dilakukan di Desa Munungkerep. Pembangunan wilayah industri di Desa Munungkerep mendorong kemajuan perekonomian bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda. Kemajuan perekonomian dalam hal ini terjadi karena industri menawarkan pendapatan yang lebih menjanjikan daripada pertanian. Melalui kepastian pendapatan yang ditawarkan oleh pabrik, banyak masyarakat yang lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik daripada bekerja sebagai petani. Hal itu menimbulkan kelangkaan tenaga kerja bagi petani. Selain itu, perubahan ekologi pertanian menimbulkan ancaman keberlanjutan pertanian yang merupakan matapencaharian utama masyarakat Desa Munungkerep. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan distribusi risiko pada Masyarakat Desa Munungkerep sebagai akibat dan dampak pembangunan wilayah industri. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat disusun menggunakan teori masyarakat risiko dari teoritisi Jerman, Ulrich Beck. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian yang didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi adalah distribusi risiko yang terjadi sebagai akibat pembangunan wilayah industri didapatkan secara merata oleh masyarakat, termasuk bagi yang mendapat keuntungan dari industri. Hal ini dapat dilihat dari kemajuan perekonomian yang memunculkan ketidakpastian bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda.
Description
Reupload Repositori File 05 Maret 2026_Kholif Basri
