Komparasi Pendapatan Usaha Ternak Itik Petelur Sistem Pemeliharaan Intensif Dan Semi-Intensif Di Kabupaten Jombang

dc.contributor.authorFajar Zuriansyah
dc.date.accessioned2026-01-26T08:20:29Z
dc.date.issued2024-05-08
dc.descriptionReupload Repositori File 26 Januari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractSektor peternakan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam upaya peningkatan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia. Komoditas pangan yang dihasilkan dari sektor peternakan adalah daging, susu, dan telur. Jenis usaha ternak penghasil daging dan telur adalah usaha ternak unggas, dan salah satunya adalah ternak unggas itik. Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten yang masuk ke dalam 10 besar daerah dengan populasi itik tertinggi di Jawa Timur. Terdapat 2 sistem pemeliharaan usaha itik petelur di Kabupaten Jombang. Adanya perbedaan sistem pemeliharaan ini mengakibatkan adanya perbedaan tata cara budidaya serta pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perbedaan usaha ternak itik petelur dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi-intensif di Kabupaten Jombang; 2) perbedaan pendapatan usaha ternak itik petelur dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi-intensif di Kabupaten Jombang; 3) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak itik petelur dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi-intensif di Kabupaten Jombang. Metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian yang digunkan peneliti adalah metode deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan data primer. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara, metode observasi, dan metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan total sampling sebagai metode pengambilan sampel dengan jumlah responden sebanyak 35 responden yang terdiri dari 14 orang peternak itik petelur sistem pemeliharaan intensif dan 21 orang peternak itik petelur sistem pemeliharaan semi intensif. Analisis data dalam penelitian ini menggunanakan 1) analisis deskriptif untuk mengetahui perbedaan usaha ternak itik petelur dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi-intensif di Kabupaten Jombang; 2) uji perbedaan rata-rata dua viii sampel bebas (independent-samples T Test) untuk mengetahui perbedaan pendapatan usaha ternak itik petelur dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi-intensif di Kabupaten Jombang; 3) uji regresi linear berganda dengan satu variabel boneka (dummy variable) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan itik petelur dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi-intensif di Kabupaten Jombang. Variabel Dummy yang dipakai adalah sistem pemeliharaan semi-intensif (D1=1) dan sistem pemeliharaan intensif (D2=0). Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perbedaan mendasar dalam usaha ternak itik petelur dengan sistem intensif dan semi intensif terdapat pada proses pemeliharaan yang meliputi proses penggembalaan, pengadaan bibit, dan pemberian pakan. Usaha ternak intensif tidak melalukan proses penggembalaan karena proses pemeliharaan itik petelur dengan cara pengkandangan secara penuh. Sedangkan pada usaha ternak semi intensif dilakukan penggembalaan pada itik yang memasuki fase brondol pertama dan/atau brondol kedua. Usaha ternak intensif menggunakan kandang dengan jenis koloni postal sedangkan usaha ternak semi intensif menggunakan kandang ranch dan kandang untuk pengembalaan; 2) terdapat perbedaan pendapatan antara usaha ternak itik petelur dengan sistem intensif dan semi intensif. Rata-rata pendapatan usaha ternak intensif sebesar Rp. 18.317.828 per tahun/100 ekor dan rata-rata pendapatan usaha ternak semi intensif sebesar Rp 27.164.766 per tahun/100 ekor, sehingga terdapat selisih pendapatan sebesar Rp 8.846.938 per tahun/100 ekor. Pendapatan usaha ternak sistem pemeliharaan semi-intensif lebih besar dari usaha ternak sistem pemeliharaan intensif. Perbedaan pendapatan tesebut disebabkan karena adanya perbedaan struktur biaya yang paling mendasar mencakup biaya bibit, pakan dan tenaga kerja; 3) variabel tenaga kerja, jumlah pakan, populasi, biaya usaha ternak, dan sistem pemeliharaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha ternak itik petelur di Kabupaten Jombang. Secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan pada taraf kepercayaan 95% yang meningkatkan pendapatan adalah tenaga kerja, jumlah pakan, dan sistem pemeliharaan semi-intensif, sedangkan faktor-faktor yang menurunkan pendapatan adalah populasi dan biaya usaha ternak.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ahmad Zainuddin, S.P., M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Ir. Anik Suwandari, MP.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/332
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectSektor peternakan
dc.subjectdaging
dc.subjectsusu
dc.subjectdan telur.
dc.titleKomparasi Pendapatan Usaha Ternak Itik Petelur Sistem Pemeliharaan Intensif Dan Semi-Intensif Di Kabupaten Jombang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FAJAR ZURIANSYAH - 171510601143.pdf
Size:
2.96 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: