Identifikasi Perubahan Fisik, Total Mikroba, dan Pengukuran Umur Simpan Daging Analog Campuran Belalang Kayu dan Jamur Tiram Selama Penyimpanan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Daging analog merupakan suatu produk yang dirancang untuk menirukan
rasa, tekstur serta penampilan dari daging konvensional. Peningkatan konsumsi
daging analog menghasilkan inovasi daging analog yang dibuat dari kombinasi
antara jenis serangga berupa belalang kayu dan jamur tiram. Pemilihan belalang
kayu sebagai daging analog dikarenakan kandungan proteinnya sebesar
73,47±1,24%bk. Penambahan jamur tiram pada daging analog belalang kayu dapat
meningkatkan kandungan gizi dan berperan untuk membentuk tekstur daging
analog yang lebih kenyal hingga menyerupai daging konvensional. Daging analog
pada dasarnya sama seperti bahan pangan lainnya yang mudah mengalami
kerusakan. Kerusakan yang terjadi pada daging analog mempengaruhi kualitas dan
keamanan konsumsi yang berpengaruh pada umur simpan. Penelitian ini bertujuan
untuk menghitung umur simpan daging analog dari belalang kayu dan jamur tiram
dan mengetahui perubahan karakteristik fisik dan mikrobiologi selama
penyimpanan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Faktor perlakuan berupa suhu penyimpanan (Kulkas (±8oC) dan freezer (± -15oC))
dan waktu penyimpanan. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali.
Pengamatan setiap perlakuan dilakukan sebanyak 5 kali yaitu setiap 7 hari sekali
pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Pengamatan yang dilakukan berupa fisik (uji
tekstur, uji warna, dan kenampakan) dan total mikroba daging analog selama
penyimpanan. Perhitungan umur simpan dilakukan menggunakan metode extended
storage studies (ESS) dengan parameter titik kritis total mikroba sebesar 106 CFU/g
yang telah ditetapkan pada SNI 3503:2018.Hasil penelitian menunjukan bahwa selama penyimpanan daging analog
mengalami perubahan fisik dan total mikroba dari hari ke-0 sampai hari ke-28 yaitu
semakin meningkatnya nilai tekstur yang semakin lembek dari 5,56 mm/10s
menjadi 8,68 mm/10s untuk penyimpanan kulkas (± 8oC) dan 6,73 mm/10s untuk
penyimpanan freezer (± -15oC). Peningkatan nilai kecerahan dari 33,11 menjadi
46,14 untuk penyimpanan kulkas (±8oC) dan 42,18 untuk penyimpanan freezer (±
-15oC). Peningkatan total mikroba dari 2,53 Log CFU/g menjadi 8,60 Log CFU/g
untuk penyimpanan kulkas (± 8oC) dan 4,32 Log CFU/g untuk penyimpanan freezer
(± -15oC). Peningkatan perubahan fisik dan total mikroba pada penyimpanan kulkas
lebih cepat terjadi dibandingkan dengan penyimpanan freezer yang disebabkan
karena suhu rendah dapat membentuk kristal es sehingga dapat mengurangi laju
kerusakan daging analog. Pengukuran umur simpan daging analog belalang kayu
dan jamur tiram memperoleh umur simpan 12 hari pada penyimpanan kulkas (±
8
oC) dan 52 hari pada penyimpanan freezer (± -15oC). Perbedaan umur simpan
daging analog pada penyimpanan freezer yang lebih lama daripada penyimpanan
kulkas disebabkan karena semakin rendah suhu penyimpanan dapat menghambat
pertumbuhan mikroba dan memperpanjang umur simpan daging analog
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
