Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Sub Das Pagoan Sampean, Bondowoso

Abstract

Peningkatan populasi dan jumlah penduduk menyebabkan adanya aktivitas eksploitasi lahan. Aktivitas tersebut meliputi alih fungsi lahan seperti deforestasi, agrikultural, serta bentuk pemanfaatan lainnya. Adanya kegiatan-kegiatan di atas menyebabkan meningkatnya lahan yang bersifat kedap air (impervious area), sehingga kemampuan infiltrasi suatu Daerah Tangkapan Air atau Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami penurunan yang diperparah oleh kejadian hujan ekstrim. SubDAS Pagoan-Sampean di Kab. Bondowoso mengalami peristiwa banjir di akhir tahun 2024 pada beberapa kawasan. Kemudian studi ini bertujuan menganalisis dampak perubahan tata guna lahan terhadap debit banjir menggunakan HEC-HMS berbasis event-based modelling dengan metode SCS-CN. Skenario tahun yang dianalisis meliputi tahun 2020 dan 2024 SubDAS Pagoan-Sampean, di mana kedua waktu tersebut diasumsikan dalam kategori urbanisasi. Data tata guna lahan diperoleh dari Dynamic World VI, serta pencatatan hidrologi yang meliputi debit AWLR Pagoan-Sampean serta Presipitasi didapatkan dari Dinas PU SDA Jawa Timur. Hasil dalam studi ini menemukan poin utama bahwa kelas tata guna lahan (trees) mengalami penurunan yang signifikan (41 km²). Penurunan tersebut disusul sebagian besar oleh kenaikan kelas tata guna lahan pemukiman dan agrikultural. Perubahan tersebut menyebabkan kenaikan CN sebesar 2 poin secara keseluruhan di SubDAS Pagoan-Sampean. Kemudian peningkatan nilai CN tersebut menyebabkan kenaikan serta volume limpasan sebesar 770.000 m³.

Description

Finalisasi Rudy k

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By